Jakarta, CNBC Indonesia- Kenaikan nilai minyak mentah dunia nan menjadi bahan baku pembuatan plastik menyebabkan industri mengenai kudu menanggung lonjakan biaya produksi.
Sekretaris Jenderal INAPLAS (Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia), Fajar Budino menyebut nilai bahan baku plastik nan semula dikisaran USD 1.000 per metrik ton naik hingga USD 1.800 per metrik bakal berakibat kepada industri nan memerlukan plastik seperti produsen bungkusan mamin, otomotif, konstruksi, elektronik Alat kesehatan hingga produk rumah tangga.
Menghadapi kondisi ini, industri dituntut untuk melakukan penemuan dalam menyiasati penggunaan bahan baku plastik nan harganya tengah melonjak. Pelaku upaya juga berhadap support pemerintah untuk menjaga daya tahan industri hulu-hilir melalui insentif pajak hingga kemudahan aturan.
Seperti apa akibat kenaikan nilai plastik? Selengkapnya simak perbincangan Dina Gurning dengan Sekretaris Jenderal INAPLAS (Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia), Fajar Budino dalam Manufacture Check, CNBC Indonesia (Senin, 13/04/2026)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·