Video: Ekonom Bedah Pertumbuhan Ekonomi 5,29%, Fundamental RI Kuat?

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Perekonomian Indonesia pada Kuartal II-2025 tumbuh 5,29% (yoy)atau naik 3,723% (qtq) dengan demikian sepanjang Semester I-2026, ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,46% (ctc).

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro mencatat sejumlah aspek pendorong ekonomi RI Q2-2026 nan sejalan dengan proyeksi Bank Mandiri. Dimana ekonomi Q2-2026 tidak tumbuh sebesar kuartal I-2026 nan didorong masa lebaran dan bulan puasa serta low base effect dari tahun sebelumnya.

Selain itu akibat gejolak ekonomi dan geopolitik belum begitu terasa di kuartal pertama namun pada kuartal kedua imbas volatilitas global. Di sisi lain itu program pemerintah turut menopang pertumbuhan ekonomi RI serta pertumbuhan investasi nan terus meningkat.

Andry Asmoro juga memandang ada sejumlah parameter perbaikan di sektor swasta nan belum cukup kuat namun sudah bertumbuh. Hal ini tercermin dari meningkatnya Kredit Modal Kerja (KMK) nan membaik namun tetap kudu tetap dicermati perkembangannya.

Meski demikian Indonesia tetap menghadapi tantangan 3 defisit ialah deficit APBN, Defisit neraca transaksi melangkah dan saving investment gap, sehingga perlu didorong konsistensi kebijakan untuk memberikan kepercayaan penanammodal asing untuk masuk ke Indonesia.

Dari sisi keahlian ekspor dan impor, Indonesia menghadapi tantangan defisit neraca jual beli sebesar USD 2 Miliar selama April dan Juni 2026 seiring dengan tekanan ekspor dan meningkatnya impor minyak dan gas saat Harga daya melonjak. Menghadapi perihal ini RI berkesempatan mengimbangi lonjakan impor lewat mendorong ekspor pertanian dan perkebunan seperti kelapa, kopi, cokelat, pala di masa ekspor unggulan batu bara, CPO dan Nikel tertekan.

Seperti apa ulasan ahli ekonomi terhadap keahlian perekonomian RI? Selengkapnya simak perbincangan Shania Alatas dengan Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), Andry Asmoro dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Kamis, 13/08/2026)


Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News