Jakarta, CNBC Indonesia- PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Semester I-2026 berhail mencatatkan keahlian finansial solid dengan pendapatan naik 14.73% (yoy) menjadi USD 235 Juta serta untung bersih sebesar USD 79,605 Juta alias tumbuh 15,48% (yoy) sejalan dengan kenaikan produksi listrik panas bumi dan keandalan operasional pembangkit.
Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Ahmad Yani optimistis mencapai "all time high" sasaran produksi 2026 mengingat pada pertengahan tahun 2026, produksi sudah mencapai 53% RKAB alias tumbuh nyaris 14%. Dalam upaya meningkatkan produksi panas bumi, PGE terus menjaga keandalan operasional hingga memastikan sustainability produksi termasuk dengan langkah memanfaatkan teknologi tinggi dan meningkatkan kapabilitas SDM.
Ahmad Yani juga mengungkapkan 3 strategi kunci PGE ialah managing based untuk menjaga asset eksisting agar tetap menjadi 'revenue generator'. Selain itu PGE juga menerapkan 'growth strategy' dengan menempatkan sasaran kapabilitas 1 Gigawatt di 2028 serta strategi 'beyond energy'.
Hingga saat ini Capex PGE Sudah terserap USD 23 Juta nan digunakan untuk pengembangan proyek PLTP Lumut Balai 3 hingga Proyek PLTP Ulubelu nan selaras dengan sasaran RJPP (Rencana Jangka Panjang Perusahaan).
Seperti apa komitmen PGE menjaga ketahanan daya melalui pengembangan Geothermal nan mempunyai potensi 40% panas bumi bumi alias 80% panas bumi ASEAN? Selengkapnya simak perbincangan Andi Shalini dengan Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Ahmad Yani dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Rabu, 02/09/2026)
49 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·