loading...
Venus Terdeteksi Sedang Merobek Dirinya. Foto / Daily
NEW YORK - Model 3D baru nan dibuat oleh para intelektual menunjukkan bahwa banyak lembah patahan di Venus mungkin tetap terus meluas, nan mengindikasikan bahwa planet ini tidak "mati" secara geologis seperti nan diyakini sebelumnya.
Venus selalu dikenal sebagai salah satu bumi paling keras di Tata Surya, dengan suhu permukaan mencapai ratusan derajat Celcius dan tanpa adanya lautan sama sekali.
Selama bertahun-tahun, para intelektual percaya bahwa planet tetangga Bumi ini secara geologis "mati." Namun, sebuah studi baru menunjukkan bahwa Venus tetap "hidup," dan apalagi mungkin sedang mengalami keretakan dari dalam melalui lembah patahan nan besar.
Indikasi terkuat aktivitas tektonik di Venus adalah lembah-lembah patahan, dengan pita retakan nan dapat membentang hingga 10.000 km.
Sebelumnya, banyak mahir pengetahuan bumi percaya bahwa struktur ini terbentuk lebih dari 100 juta tahun nan lampau dan hanyalah peninggalan antik nan "membeku" di permukaan. Namun, sebuah studi baru dari Institut Teknologi FederalSwiss (ETH), nan diterbitkan dalam jurnal Nature Geoscience, menawarkan perspektif nan sama sekali berbeda.
Dengan menggunakan model komputer canggih, tim peneliti nan dipimpin oleh Profesor Taras Gerya menunjukkan bahwa beberapa lembah patahan di Venus mungkin jauh lebih muda daripada nan diperkirakan sebelumnya.
Berkat pembuatan model 3D beresolusi tinggi pertama dari patahan di Venus, para peneliti telah memperoleh pandangan nan lebih realistis tentang gimana kerak planet tersebut meregang, bergeser, dan berubah seiring waktu.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·