Anggota Komisi IX DPR, Surya Utama alias Uya Kuya, membantah keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Adapun namanya ikut terseret dalam daftar nama pejabat nan diduga terlibat nan beredar di media sosial.
“Astagfirullah, buletin apa lagi ini? Baru dua bulan nan lampau saya kena rumor buletin hoaks punya 750 dapur MBG, padahal satu dapur pun saya nggak punya. Itu aja tetap kena fitnah,” kata Uya Kuya saat dikonfirmasi, Jumat (12/6).
“Sekarang ini nama saya dibawa-bawa lagi, memangnya kalo nggak bawa nama saya, nggak rame gitu ya?” lanjutnya.
Uya mengatakan dirinya juga pernah menjadi korban penyebaran info tiruan nan berakibat besar terhadap keluarganya. Ia menyinggung peristiwa ketika rumahnya sempat dijarah.
“Tahun lampau saya sudah kena hoaks besar juga, sampai rumah saya dijarah. Video-video lama saya dijahit dan ditambahi tulisan-tulisan nan seolah-olah menghina masyarakat, padahal saya nggak pernah bicara sedikit pun pada saat itu,” ujar Uya.
“Tapi orang percaya itu kata-kata saya dan hasilnya apa? Rumah dijarah, family kami dibully habis-habisan. Dan sampai sekarang sudah 10 bulan berlalu pun rumah saya belum selesai diperbaiki,” tambah dia.
Meski kembali diterpa rumor nan menurutnya tidak benar, Uya mengaku memilih bersikap sabar.
“Tapi kejadian-kejadian kemarin membikin saya lebih ikhlas, sabar dan tawakal menghadapi tuduhan apa pun. Saya percaya Tuhan punya rencana terbaik buat kami,” tuturnya.
Uya menilai pencatutan namanya justru dapat mengaburkan konsentrasi utama dari perkara nan tengah diselidiki. Ia pun mengingatkan agar penanganan kasus korupsi MBG nan sebenarnya tetap diusut tuntas.
“Tapi nan paling penting, jangan sampai masalah kasus korupsi nan sebenarnya dikaburkan dengan sengaja menyeret nama-nama tokoh-tokoh alias orang-orang nan justru tidak ada korelasinya dengan inti kasusnya. nan akhirnya justru menciptakan polemik baru di masyarakat nan membikin orang jadi lupa sama masalah intinya,” tegasnya.
Ia pun menegaskan posisinya sebagai personil Komisi IX DPR hanya menjalankan kegunaan penyaluran aspirasi masyarakat mengenai program MBG kepada Badan Gizi Nasional (BGN).
“Sebagai personil DPR khususnya Komisi IX, saya hanya menjalankan tugas saya, meneruskan aduan-aduan serta aspirasi, serta usulan-usulan masyarakat ke para ketua BGN. Tidak lebih dari itu,” kata Uya.
Sebelumnya, Eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya, mengusulkan diri sebagai Justice Collaborator (JC) dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke Kejaksaan Agung. Dia menyatakan siap bersikap kooperatif untuk membantu mengungkap pihak lain nan diduga terlibat.
Kuasa Hukum Sony, Elza Syarief, menyebut ada sejumlah nama nan kemudian disampaikan kliennya dalam buletin aktivitas pemeriksaan (BAP) penyidik.
“Yang tertulis 26 dan lain-lain, tetap banyak lagi. Jadi, kan itu tetap sifatnya, eh, pro-justicia, confidential,” kata Elza kepada wartawan, Selasa (9/6).
Namun, Elza memastikan nama-nama nan dimaksud sudah disampaikan Sony saat pemeriksaan interogator dan telah tertulis dalam BAP.
“Bukan diserahin. Dalam BAP sudah disampaikan, sudah diketik,” ucap Elza.
“Saya kan juga enggak pernah baca. Tapi di dalam BAP sudah ada, BAP-nya saya sudah punya, gitu,” tambahnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·