Polda Metro Pastikan Tak Ada Personel Bawa Senjata Api Saat Amankan Demo BEM UI

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (12/6). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Polda Metro Jaya memastikan tidak ada personel TNI-Polri nan membawa senjata api dalam pengamanan tindakan demonstrasi mahasiswa di Bundaran HI, Jakarta, hari ini, Jumat (12/6).

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto usai apel kesiapan pengamanan tindakan nan dipimpin Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri.

“Tadi kita sama-sama mendengarkan direktif Bapak Kapolda Metro Jaya menekankan bahwa petugas nan melaksanakan pelayanan pengamanan penyampaian aspirasi di muka umum kudu sabar, humanis, tidak terprovokasi. Termasuk penekanan dari Bapak Kapolda, tidak ada petugas TNI-Polri nan membawa senjata api di dalam pelayanan pengamanan tindakan penyampaian pendapat ini,” ungkap Budi di area DPR, Jakarta.

Budi menjelaskan, abdi negara keamanan datang untuk memastikan kewenangan masyarakat dalam menyampaikan pendapat dapat melangkah dengan kondusif dan tertib. Menurutnya, penyampaian aspirasi di muka umum merupakan kewenangan nan dilindungi undang-undang sehingga perlu mendapat pengamanan nan memadai.

“Penyampaian aspirasi kepada publik, ini dilindungi oleh undang-undang. Jadi kehadiran petugas Polri dan TNI di dalam melaksanakan pelayanan ini untuk menjamin aspirasi nan disampaikan oleh adik-adik mahasiswa ini tersampaikan dengan baik,” tuturnya.

Dalam pengamanan tindakan tersebut, sebanyak 6.088 personel campuran TNI dan Polri dikerahkan ke sejumlah titik nan menjadi letak konsentrasi massa.

Situasi apel pengamanan demo di area DPR, Jakarta, Jumat (12/6). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Budi merinci, jumlah personel tersebut terdiri dari 500 personel TNI, 1.000 personel Korps Brimob, 200 personel support kendali operasi (BKO) Korps Sabhara, 3.802 personel Polda Metro Jaya, serta 586 personel Polres Metro Jakarta Pusat.

Mereka bakal disiagakan di sejumlah area nan diperkirakan menjadi titik utama tindakan massa, ialah area DPR/MPR RI, Bundaran HI, Patung Kuda, dan Cikini Raya.

“Untuk jumlah personel campuran TNI-Polri sejumlah 6.088 personel. Ini campuran dari TNI 500 personel, ada dari Korbrimob 1.000 personel, BKO dari Kor Sabhara 200 personel, Polda Metro Jaya 3.802 personel, dan Polres Metro Jakarta Pusat 586 personel,” ujar dia.

“Kegiatan ini meliputi pengamanan, nan pertama di wilayah seputaran DPR/MPR RI, nan kedua seputaran Bundaran HI, nan ketiga seputaran Patung Kuda, dan keempat seputaran Cikini Raya,” sambungnya.

Selain memastikan pengamanan berjalan humanis, dia juga mengingatkan peserta tindakan agar tetap menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasi.

Budi mengimbau mahasiswa dan komponen masyarakat nan terlibat dalam tindakan untuk menghormati pengguna jalan lain serta menjaga akomodasi umum dan akomodasi publik nan ada di sekitar letak demonstrasi.

“Termasuk kita menghimbau, membujuk kepada adik-adik mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya dengan baik dan sama-sama menghormati pengguna jalan lainnya,” jelas Budi.

“Juga kami mengingatkan untuk adik-adik mahasiswa ataupun komponen komponen lainnya memperhatikan, memperhatikan sekitar kiri-kanan, tidak ada kelompok-kelompok lain nan ikut masuk memprovokasi alias menunggangi aksi-aksi penyampaian pendapat ini nan dilindungi oleh undang-undang,” lanjutnya.

Menurut Budi, abdi negara juga telah mengantisipasi potensi masuknya pihak-pihak nan berupaya menunggangi tindakan mahasiswa untuk memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Polda Metro Jaya, kata dia, telah menyiagakan Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) nan bekerja melakukan pemantauan terhadap kelompok-kelompok nan telah teridentifikasi berpotensi mengganggu jalannya aksi.

“Dan perlu kami tekankan bahwa Satgas Penegakan Hukum Polda Metro Jaya sudah mengidentifikasi kelompok-kelompok tertentu nan bakal mencoba bergabung, mendompleng, untuk mencoba membikin kegiatan-kegiatan lainnya dalam perihal gangguan Kamtibmas, gangguan dalam penyampaian pendapat di muka umum,” jelas Budi.

“Ini petugas dari Satgas Gakkum sudah tersebar lebar di lapangan, bakal memonitor kelompok-kelompok nan tadi sudah diidentifikasikan. Apabila ditemukan membawa barang-barang nan tujuannya untuk membikin gangguan Kamtibmas, maka kami bakal melakukan tindakan tegas,” tambahnya.

Budi menegaskan abdi negara tidak bakal ragu mengambil langkah norma andaikan menemukan pihak-pihak tertentu nan membawa peralatan rawan alias berupaya menciptakan gangguan keamanan saat tindakan berlangsung.

“Kami ulangi, andaikan kami bakal menemukan kelompok-kelompok tertentu nan sudah teridentifikasi membawa barang-barang nan dapat membahayakan dan mengganggu ketertiban umum, Polda Metro Jaya dengan Satgas Penegakan Hukum bakal melakukan tindakan tegas,” ungkapnya.

Di sisi lain, Polda Metro Jaya memastikan aktivitas masyarakat tetap dapat melangkah seperti biasa selama tindakan berlangsung. Rekayasa lampau lintas bakal diberlakukan secara situasional menyesuaikan kondisi di lapangan.

“Kami juga menyampaikan kepada masyarakat untuk aktivitas seperti biasa, kami juga bakal menjamin bahwa aktivitas masyarakat tetap melangkah seperti rutinnya, arus lampau lintas bakal diperhatikan andaikan ada rekayasa sifatnya situasional,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan peserta tindakan agar menjaga akomodasi publik dan menghormati masyarakat nan tetap beraktivitas di sekitar letak demonstrasi, termasuk para pekerja dan pelaku upaya nan menggantungkan mata pencahariannya di area tersebut.

“Kami juga mengimbau untuk kita sama-sama, adik-adik mahasiswa nan menyampaikan aspirasi, menjaga akomodasi umum, akomodasi publik, menghormati masyarakat lain nan juga mempunyai aktivitas sehari-hari,” jelas Budi.

“Apalagi bagi saudara-saudara kita nan memang mempunyai mata pencaharian melalui jalan-jalan nan ada dilakukan penyampaian pendapat,” pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan