Utusan AS Pergi, Rusia Langsung Hujani Kyiv dengan Rudal Balistik

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia kembali melanjutkan serangan udara mematikan di ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Selasa awal hari. Serangan sadis nan menggunakan rudal balistik ini secara mengejutkan terjadi tak lama setelah kepergian utusan perdamaian Amerika Serikat (AS) dari negara tersebut.

Mengutip Reuters, Selasa (8/9/2026), Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko melaporkan bahwa gempuran rudal tersebut telah menyantap korban dengan melukai sedikitnya enam orang. Melalui pesan di aplikasi Telegram, dia membeberkan kondisi darurat nan tengah melanda kota tersebut.

"Orang-orang juga terjebak di sebuah gedung perumahan dan terjadi kebakaran di seluruh penjuru Kyiv akibat serangan rudal balistik Rusia," paparnya.

Administrasi Militer Kyiv secara terpisah mendesak masyarakat untuk segera mencari tempat berlindung. Pihaknya mencatat bahwa sebuah gedung apartemen lima lantai dan blok perumahan tiga lantai telah rusak parah akibat tertimpa puing-puing rudal.

Di tengah rentetan ledakan nan terdengar di Kyiv, negara tetangga Polandia nan merupakan personil NATO dan Uni Eropa langsung memulai operasi penerbangan militer angkatan bersenjatanya guna melindungi ruang udara mereka dari akibat pelanggaran kedaulatan.

Gelombang serangan Rusia ini bersambung setelah utusan perdamaian AS, Jared Kushner dan Steve Witkoff, meninggalkan Ukraina usai mengadakan pertemuan dengan Presiden Volodymyr Zelensky pada hari Minggu. Kunjungan ini merupakan bagian dari dorongan baru pemerintahan Donald Trump untuk mengakhiri perang nan telah berkecamuk selama 4,5 tahun tersebut.

Sebelumnya, kedua utusan itu tiba dari pembicaraan di Moskow, di mana pihak Kremlin menyatakan tidak menutup kemungkinan dilanjutkannya negosiasi tiga arah.

Sementara itu di pihak Rusia, serangan pesawat tak berawak (drone) milik Ukraina dilaporkan telah merusak prasarana sipil dan melukai penduduk di kota sungai Volga, Saratov. Menurut gubernur setempat, wilayah nan berjarak sekitar 730 km di sebelah tenggara Moskow tersebut menampung sebuah kilang minyak besar nan dikelola oleh perusahaan minyak negara Rosneft, serta sejumlah akomodasi industri dan militer krusial lainnya.

(tps/luc) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News