Utah Jazz resmi memilih guard Kansas Darryn Peterson sebagai pick nomor 2 di NBA Draft. Jazz optimistis lepas dari masa transisi dan rekonstruksi tim.(NBA)
UTAH Jazz resmi memilih guard dari tim kampus Kansas, Darryn Peterson, sebagai pilihan kedua (No. 2 pick) dalam arena NBA Draft. Kehadiran pencetak poin bergerak ini diharapkan bisa memperkuat fondasi skuad muda Jazz, seiring dengan ambisi waralaba tersebut untuk tampil kompetitif setelah melewati proses rekonstruksi tim nan panjang.
Langkah ini menandai tahun kedua secara berturut-turut bagi Jazz menggunakan kewenangan pilih lotre mereka untuk pemain nan menolak melakukan kunjungan pra-draf ke Utah. Meski demikian, pihak manajemen tetap optimistis setelah memandang perkembangan Ace Bailey, pemain remaja nan masuk dalam tim kedua All-Rookie setelah dipilih di urutan kelima pada tahun lalu.
Presiden Operasi Bola Basket Utah Jazz, Austin Ainge, mengungkapkan antusiasmenya melalui jasa streaming tim, Jazz+.
"Kami sangat antusias tentang Darryn," ujar Ainge. "Dia adalah kombinasi dahsyat antara bakat, karakter, dan etos kerja. Dia cocok dengan segala perihal nan mewakili Jazz, dan kami sangat senang bisa menambahkannya ke dalam grup kami. Kami rasa dia bisa membantu kami menang sekarang dan di masa depan."
Menepis Isu Medis Masa Lalu
Peterson, nan sekarang berumur 19 tahun, menorehkan rata-rata 20,2 poin per gim berbareng tim Kansas Jayhawks pada musim lalu. Angka tersebut menjadi catatan poin tertinggi nan pernah diraih oleh seorang pemain freshman dalam sejarah kampus Kansas. Kendati demikian, musim perdananya di tingkat perguruan tinggi sempat terganggu oleh masalah medis misterius nan membuatnya melewatkan 11 pertandingan.
Kepada wartawan ESPN, Ramona Shelburne, pada bulan Mei lalu, Peterson menjelaskan bahwa dirinya sempat mengalami masalah kram parah. Setelah musim berakhir, tim master menyimpulkan bahwa kram tersebut disebabkan oleh penggunaan kreatin dalam dosis tinggi. Terkait perihal tersebut, sumber internal internal tim Jazz menyatakan kepada ESPN bahwa riset medis nan mereka lakukan terhadap riwayat Peterson tidak menunjukkan adanya tanda-tanda bahaya.
Optimisme Tatap Musim Depan
Pihak klub memproyeksikan Peterson bakal berpasangan dengan baik berbareng Keyonte George di lini belakang Utah Jazz untuk tahun-tahun mendatang. George (22) baru saja melewati musim nan cemerlang pada tahun ketiganya dengan menorehkan rata-rata 23,6 poin dan 6,1 assist per gim.
Setelah terus berada di area lotre selama empat tahun terakhir, manajemen Jazz optimistis mereka bakal bisa bersaing di musim depan. Keyakinan ini diperkuat setelah tim mendatangkan pemain bintang Jaren Jackson Jr. pada bulan Februari lampau serta merekrut Peterson.
"Kami pikir kami betul-betul bisa melewati masa transisi ini dan langsung tancap gas pada jarak musim ini," tambah Ainge.
Keberhasilan memilih Peterson di posisi ini sekaligus menyamai rekor kewenangan pilih tertinggi sepanjang sejarah waralaba Utah Jazz. Sebelumnya, Jazz juga memegang kewenangan pilih nomor dua pada draf tahun 1980 silam saat merekrut guard Louisville, Darrell Griffith, nan kemudian memenangkan penghargaan Rookie of the Year dan menghabiskan seluruh 10 tahun pekerjaan NBA-nya di Utah. (ESPN/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·