Uskup Jayapura Kecam Serangan dan Pembakaran Pesawat AMA di Yahukimo

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Kepala Keuskupan Jayapura sekaligus Komisaris PT Associated Mission Aviation (AMA), Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai (tengah, berjubah putih) memberi keterangan soal penyerangan ke pesawat nan tewaskan pilot PT. AMA. Foto: Dok. Istimewa

Kepala Keuskupan Jayapura sekaligus Komisaris PT Associated Mission Aviation (AMA), Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You, mengecam keras pembakaran pesawat AMA serta pembunuhan pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, Nikolas, dalam kejadian nan terjadi di wilayah Balinggalinggama, Papua.

Dalam keterangan pers, Mgr. Yanuarius mengatakan peristiwa tersebut merupakan tragedi kemanusiaan nan sangat menyakitkan bagi Gereja Katolik dan family besar AMA. Ia menyebut kejadian itu sebagai kejadian pertama sejak AMA melayani masyarakat Papua selama 67 tahun.

"Kami sangat terpukul. Selama ini kami menerima akibat kecelakaan akibat cuaca alias aspek teknis, tetapi kejadian lantaran tindakan kejahatan manusia seperti ini sangat susah kami terima. Ini adalah tindakan nan bandel dan tidak berperikemanusiaan," ujarnya.

Mgr. Yanuarius menceritakan, AMA sejak awal datang di Papua sebagai bagian dari misi gereja untuk melayani masyarakat di wilayah pedalaman melalui transportasi udara. Pelayanan tersebut mencakup support bagi bagian kerohanian, pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, hingga pembangunan masyarakat di wilayah nan susah dijangkau.

Lalu, dia menegaskan pesawat AMA tidak pernah digunakan untuk mengangkut personil TNI, Polri, TPNPB maupun amunisi. Ia membantah beragam tuduhan nan beredar di media sosial nan menyebut pesawat AMA terlibat dalam aktivitas militer.

"Kami berkomitmen penuh pada misi kemanusiaan. Tidak pernah ada kepentingan politik ataupun militer dalam pelayanan AMA. Tuduhan bahwa pesawat kami membawa amunisi alias abdi negara keamanan tidak betul sama sekali," tegasnya.

Yanuarius menjelaskan pemerintah selama ini justru mendukung operasional AMA melalui program subsidi penerbangan perintis untuk mengangkut logistik, bahan bangunan, kebutuhan pokok, serta penumpang ke wilayah-wilayah terpencil di Papua.

Koops TNI Habema sukses mengevakuasi jenazah pilot pesawat PT AMA Air PK-RCY, Nicholas F. Goselin, nan menjadi korban penembakan di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Jumat (3/7/2026). Foto: Dok. Pen Koops TNI Habema

Penerbangan menuju Balinggalinggama, lanjutnya, dilakukan secara rutin sekitar satu kali dalam sepekan. Selama ini tidak pernah ada peringatan ataupun ancaman nan diterima AMA mengenai operasional di wilayah tersebut.

"Kami tidak pernah menerima surat ataupun peringatan agar tidak terbang ke sana. Selama ini penerbangan melangkah normal," katanya.

Mgr. Yanuarius juga mengungkapkan pesawat nan digunakan dalam pelayanan tersebut merupakan hasil penggalangan biaya umat dan lembaga gereja. Karena itu, kehilangan pesawat akibat pembakaran menjadi pukulan berat bagi AMA, baik secara moral maupun finansial.

Meski demikian, kembali Yanuarius menegaskan pihaknya tetap berpegang pada misi pelayanan kepada masyarakat pedalaman sesuai petunjuk gereja, meskipun operasional penerbangan misi selama ini lebih banyak menghadapi kerugian daripada keuntungan.

Sementara itu, Direktur PT Associated Mission Aviation (AMA), Bob Kayadu, mengatakan seluruh family besar AMA merasakan duka mendalam atas kejadian tersebut.

"Kami sangat terpukul. Selama 67 tahun empat bulan melayani Papua, kejadian seperti ini tidak pernah terjadi. Kalau kecelakaan itu akibat pelayanan, tetapi pembakaran pesawat dan pembunuhan pilot merupakan tindakan nan sangat tidak manusiawi," ujarnya.

Bob menyatakan mendukung seruan Uskup Jayapura dan Presiden agar pelaku menghentikan tindakan kekerasan dan bertobat sehingga peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Bob juga mengingatkan andaikan tindakan kekerasan terhadap penerbangan misi terus berulang, bukan tidak mungkin operasional maskapai misi di Papua bakal dihentikan lantaran aspek keselamatan para awak.

"Kalau kejadian seperti ini terus berulang, maskapai penerbangan misi, termasuk AMA dan maskapai misi lainnya, bisa saja berakhir beraksi lantaran para pilot tentu mengalami trauma. Padahal masyarakat pedalaman sangat berjuntai pada pelayanan ini," katanya.

Terkait kelanjutan operasional AMA, Bob mengatakan belum ada keputusan resmi. Pihak manajemen bakal melakukan pembahasan lebih lanjut setelah seluruh proses pemakaman pilot Nikolas selesai. Saat ini AMA mempunyai sekitar 16 personel pilot dan kru penerbangan nan melayani beragam wilayah pedalaman Papua.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan