Usai Tragedi KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL, Pembangunan Flyover Bekasi Perlu Diprioritaskan

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Usai Tragedi KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL, Pembangunan Flyover Bekasi Perlu Diprioritaskan Anggota Komisi V DPR RI Sudjatmiko(dok.Istimewa)

ANGGOTA Komisi V DPR RI Fraksi PKB, Sudjatmiko menyatakan support penuh terhadap percepatan pembangunan flyover dan penataan perlintasan sebidang di area Stasiun Bekasi dan Bekasi Timur pasca tragedi kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line bidang Cikarang pada 27 April 2026.

Menurut Sudjatmiko, kejadian tragis tersebut menjadi sirine keras bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, PT KAI, serta seluruh pemangku kepentingan untuk segera menuntaskan persoalan perlintasan sebidang nan selama ini menjadi titik rawan kecelakaan di area Bekasi.

“Kecelakaan beruntun nan diawali kejadian taksi Green SM di perlintasan sebidang hingga berujung tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL arah Cikarang menunjukkan bahwa area Bekasi memerlukan rekayasa transportasi nan lebih modern dan aman. Pembangunan flyover tidak bisa lagi ditunda,” ujar Sudjatmiko saat melakukan kunjungan kerja Komisi V DPR RI  di Stasiun Bekasi Timur, Sabtu (23/5).

Berdasarkan kronologi nan dihimpun dari sejumlah laporan media dan keterangan resmi, kecelakaan bermulai ketika sebuah kendaraan taksi mengalami kejadian di jalur perlintasan dekat Bekasi Timur sehingga mengganggu operasional KRL. Dalam kondisi jalur terganggu tersebut, KRL nan berakhir kemudian ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi.

Data terbaru menyebut kejadian tersebut menimbulkan 16 korban jiwa dan puluhan korban luka, serta menyebabkan lumpuhnya perjalanan kereta lintas Bekasi–Cikarang selama proses pemindahan berlangsung.

Sudjatmiko menilai, kepadatan lampau lintas kendaraan dan tingginya gelombang perjalanan kereta di lintas Bekasi membikin keberadaan perlintasan sebidang menjadi akibat serius bagi keselamatan publik. Ia menegaskan Komisi V DPR RI bakal mendorong support anggaran dan pengawalan kebijakan agar pembangunan flyover maupun underpass di titik-titik rawan dapat diprioritaskan dalam program nasional transportasi.

“Kita tidak boleh menunggu jatuh korban berikutnya. Bekasi adalah salah satu simpul transportasi tersibuk di Jabodetabek. Infrastruktur keselamatan kudu menjadi prioritas utama negara,” tegasnya.

Ia juga meminta pertimbangan menyeluruh terhadap sistem persinyalan, koordinasi pengamanan perlintasan, serta percepatan eliminasi perlintasan sebidang sebagaimana petunjuk keselamatan transportasi nasional.

Selain itu, Sudjatmiko mengapresiasi kerja sigap Basarnas, BPBD, kepolisian, tenaga kesehatan, serta petugas PT KAI nan melakukan proses pemindahan korban dalam waktu singkat di tengah kondisi nan sangat sulit.

Komisi V DPR RI, lanjutnya, bakal menjadikan tragedi Bekasi sebagai momentum pertimbangan nasional terhadap keselamatan transportasi perkeretaapian, khususnya di area urban dengan kepadatan tinggi seperti Jabodetabek.

“Modernisasi transportasi bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga soal keselamatan nyawa masyarakat. Negara kudu datang memastikan tragedi serupa tidak terulang,” tutup Sudjatmiko. (Cah/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia