Koster soal WNA Bikin Event Lari Diskriminasi WNI: Tak Boleh Terjadi Lagi

Sedang Trending 59 menit yang lalu

Jakarta -

Gubernur Bali, Wayan Koster, buka bunyi mengenai organisasi lari penduduk negara asing (WNA) di Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Badung, nan mendiskriminasi penduduk negara Indonesia (WNI). Koster menegaskan perihal serupa tidak boleh terjadi lagi di Bali.

"Oh lagi dikejar oleh Polda Bali. Tidak boleh lagi kan sudah ada edarannya nan begitu-begitu tindak tegas," jelas Koster saat ditemui di Tamah Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Denpasar, dilansir detikBali, Senin (27/7/2026).

Menurut Koster, polisi dan imigrasi sedang mengejar dua penduduk negara (WN) Belanda terduga penyelenggara aktivitas tersebut. Koster juga mengatakan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, juga sedang melakukan investigasi mengenai penyelenggaraan aktivitas tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bupati Badung melakukan investigasi. Tidak boleh terjadi lagi perihal seperti itu," tegas Koster.

Diberitakan sebelumnya, arena lari berjudul Bali Silent Disco menjadi bulan-bulanan warganet. Acara lari tersebut diduga melanggar patokan keimigrasian dan sarat diskriminasi terhadap penduduk lokal. Tak hanya diskriminatif, aktivitas klub lari itu juga kerap dikeluhkan lantaran mengganggu kenyamanan di jalan raya.

Event lari tersebut diketahui digelar oleh organisasi lari berjulukan Entourage Bali dan beranggotakan WNA. Sejumlah pendaftar dengan nomor telepon awalan +62 alias penduduk negara Indonesia apalagi ditolak berasosiasi dengan grup WA (WA) organisasi itu. Polemik ini juga menjadi perhatian dari kalangan personil majelis hingga media asing.

Simak selengkapnya di sini.

(yld/whn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News