Update Siswi Korban MBG Karo Diduga Hilang Ingatan: Hasil EEG Normal

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Dinas Kesehatan Karo membeberkan hasil pemeriksaan Electroencephalography (EEG) dari rumah sakit nan menangani siswi diduga lenyap ingatan akibat keracunan MBG.

Hasil EEG menyatakan saraf otak korban berada pada pemisah normal.

"Hasil pemeriksaan nan disampaikan tim nan menangani di rumah sakit bahwa untuk pemeriksaan Electroencephalography alias EEG dan dilakukan pemeriksaan sebanyak 2 kali di rumah sakit nan berbeda diperoleh hasil bahwa secara konsisten aktivitas listrik saraf otak pasien dalam pemisah normal," ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Karo Mardin Purba dikutip dari detikNews, Kamis (10/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun, pemeriksaan Electroencephalography (EEG) merupakan pemeriksaan untuk merekam aktivitas listrik di otak. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan pola aktivitas otak untuk mendiagnosis dan memantau beragam kondisi neurologis.

Menurut Mardin, pemeriksaan terhadap siswi nan berjulukan Febiona Purba tetap dilakukan dan terus dipantau lantaran tetap adanya keluhan nan dialami.

"Kemudian lantaran tetap ada keluhan pada anak kita ini, maka tim memutuskan untuk terus melanjutkan alias belum menghentikan proses penanganan medis dan bakal terus mendalaminya secara cermat," kata Mardin.

Di sisi lain, ibu korban nan berjulukan Elvinus Lusiana Sitanggang (49) justru mengatakan sebaliknya. Ia mengaku tidak menerima hasil EEG secara bentuk dan hanya disampaikan secara pembicaraan.

"Kami sudah minta hasil EEG, tapi enggak dikasih, hanya dicakapkan (dibicarakan) saja katanya hasilnya normal, hanya dikasih rontgen paru-paru," ujar Elvinu.

Elvinus juga merasa tidak puas dengan hasil pemeriksaan EEG dari rumah sakit. Ia apalagi berencana menjalani pengobatan pengganti untuk anaknya.

"Kata dokternya enggak ada penyakitnya. Tapi masa bisa anakku seperti itu, pikirku. Jadi saya enggak puaslah sama hasil nan di-apakan dokter. Tapi kan kata dokter, sewaktu kelak dia kejang-dia kan ada waktunya observasi di rumah-sewaktu dia kelak pas tegang di rumah, diambil video, kata dokternya. Jadi biar tahu dokternya memberikan obat," kata Elvinus.

Hingga kini, kata Elvinus, kondisi anaknya tetap mengalami muntah-muntah pasca kejadian. Sementara untuk kejang-kejang, anaknya sudah diberikan obat.

"Febi tetap muntah, kemarin tetap kejang, tapi sudah dikasih obat anti kejang," kata Elvinus.

Febiona Purba (16), siswi kelas XI SMK Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), sekarang menjalani pemeriksaan lanjutan di RSUP H Adam Malik Medan setelah lebih dari tiga pekan berpindah-pindah rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Febiona awalnya mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya pada 13 Agustus. Namun, kondisi nan dialaminya sekarang semakin parah. Keluarga mengaku Febiona mengalami gangguan ingatan hingga kesulitan berbicara.

Humas RSUP H Adam Malik Medan, Rosario Dorothy Simanjuntak, mengatakan Febiona telah tiga kali datang untuk menjalani pengobatan rawat jalan di rumah sakit tersebut.

Meski begitu hingga saat ini, Rosario menegaskan tim medis belum dapat menyampaikan pemeriksaan maupun memastikan penyebab gangguan nan dialami Febiona.

"Saat ini master nan menangani tetap belum bisa memberikan keterangan lantaran proses pemeriksaan tetap berjalan," katanya.

Sementara, Sekretaris Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Dinkes Sumut), Hamid Rijal Lubis mengaku belum menerima laporan resmi dari RSUP H Adam Malik mengenai kondisi terbaru Febiona, termasuk dugaan gangguan ingatan nan dialaminya.

Hamid karenanya tidak mau mengambil konklusi sebelum mendapatkan hasil pemeriksaan dari tim medis nan menangani Febiona.

"Nanti kita cek dulu ke tim medis Rumah Sakit Adam Malik. Sampai sejauh ini belum ada secara resmi ya, tertulis disampaikan kepada kami tentang rumor nan disebutkan itu," katanya.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan kondisi Febiona saat ini tetap dalam pemantauan tim medis. Pemeriksaan tidak hanya dilakukan untuk mengetahui kondisi fisiknya, tetapi juga untuk memastikan apakah gangguan nan dialami berangkaian dengan saraf alias aspek lainnya.

Menurut Bobby, pihaknya tetap menunggu hasil pemeriksaan dan tindak lanjut dari tim medis. Hal itu diperlukan untuk mengetahui penyebab gangguan nan dialami Febiona.

"Nanti gangguan di sini perlu kita lihat apakah tindak lanjut dari medisnya, pemeriksaan dari medisnya, apakah memang pengaruh dari otonomnya alias sarafnya alias nan lainnya," ucapnya.

Baca selengkapnya di sini.

(knf/isn)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional