Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan sebanyak 2.999 penduduk negara Indonesia (WNI) telah sukses dipulangkan dari area Timur Tengah di tengah situasi nan panas. Seluruh WNI tersebut sekarang dalam kondisi aman, dan tidak ada lagi nan terlantar per 29 April 2026.
Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan pemulangan dilakukan melalui skema pemindahan maupun repatriasi mandiri, termasuk bagi personel TNI nan tergabung dalam misi UNIFIL.
Terkait pemindahan WNI dari Iran, Heni menegaskan Kemlu telah melaksanakan tiga tahap pemulangan. Pada tahap terakhir, sebanyak 13 WNI telah tiba di Indonesia pada 21 April 2026.
"Per 29 April 2026 ini juga sudah tidak ada lagi WNI nan stranded. Sejumlah 2.999 WNI telah difasilitasi baik untuk pemindahan maupun repatriasi mandiri," ujar Heni dalam konvensi pers di Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026).
Ia menjelaskan, kondisi di area Timur Tengah, khususnya negara-negara Teluk seperti Bahrain, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA), sekarang berangsur stabil dan kondusif. Tidak ada laporan serangan rudal maupun drone dalam beberapa hari terakhir, dan aktivitas publik termasuk sebagian besar ruang udara mulai kembali normal.
Meski demikian, tetap terdapat dua airport nan belum beroperasi, ialah Bandara Manama di Bahrain dan Bandara Baghdad di Irak. Pemerintah pun tetap mengimbau WNI untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga komunikasi dengan perwakilan RI terdekat.
"Situasi di Timur Tengah terpantau berangsur stabil, namun kewaspadaan tetap diperlukan," tegasnya.
Kemlu memastikan koordinasi intensif terus dilakukan dengan beragam pihak, termasuk maskapai penerbangan, guna menjamin proses kepulangan WNI melangkah aman. Dalam kondisi darurat, WNI juga diimbau segera menghubungi hotline perwakilan RI alias pusat pelindungan WNI.
(luc/luc)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·