Update Ledakan Kilang Gas Raksasa Qatar, Korban Jiwa Tembus 13

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah ledakan dahsyat mengguncang terminal ekspor gas alam cair utama milik Qatar pada Minggu (21/6/2026) malam waktu setempat. Insiden tragis ini memicu kebakaran besar nan menewaskan sedikitnya 13 pekerja dan melukai 66 orang lainnya di tengah upaya pemulihan operasional pasca-pengeboman oleh militer Iran.

Mengutip The Associated Press, Selasa (23/06/2026), musibah nan melanda area industri Ras Laffan ini berpotensi memicu kekacauan baru di pasar daya global, mengingat Qatar merupakan salah satu produsen gas alam terbesar di dunia. Sebelumnya, Doha terpaksa menghentikan total produksinya akibat blokade ketat Iran di Selat Hormuz nan memutus jalur pengiriman ke pengguna internasional.

Seiring melonggarnya kendali Teheran di selat tersebut menyusul negosiasi tenteram nan sedang berlangsung, Qatar mulai bergerak sigap untuk menghidupkan kembali terminal ekspornya. Namun, proses aktivasi ulang tersebut justru memicu ledakan fatal pada akomodasi pasokan gas Barzan, seperti nan dikonfirmasi oleh badan upaya milik negara QatarEnergy.

"Saya mau menegaskan bahwa peristiwa ini murni merupakan kecelakaan teknis, bukan tindakan sabotase alias serangan musuh," tegas Menteri Energi Qatar, Saad Sherida al-Kaabi, dalam konvensi pers di Doha, Senin sore.

Al-Kaabi memaparkan bahwa seluruh korban tewas merupakan pekerja migran nan berasal dari India dan Pakistan. Sementara itu, 66 korban luka-luka terdiri dari penduduk negara Qatar serta beragam pekerja dari sejumlah negara Afrika dan Asia. Hingga kini, skala kerusakan struktural pada akomodasi tersebut tetap belum diketahui pasti.

Sebagai informasi, kilang Barzan mempunyai kapabilitas produksi nan sangat masif, mencapai nyaris 1,4 miliar kaki kubik standar gas komersial per hari. Pasokan ini sangat krusial bagi stabilitas domestik lantaran digunakan sebagai bahan bakar utama pembangkit listrik lokal serta penggerak akomodasi desalinasi air bersih di wilayah gurun Semenanjung Arab.

Kepemilikan kilang ini nyaris sepenuhnya dikuasai oleh pemerintah Qatar, dengan sebagian mini saham dipegang oleh raksasa minyak bumi asal AS, ExxonMobil. Pada Maret lalu, rudal Iran sempat menghantam Ras Laffan dan menyebabkan kerusakan luas, nan memaksa Qatar menyetop operasionalnya demi keselamatan sebelum kejadian akhir pekan ini terjadi.

(tps/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News