Update Gempa-Tsunami Filipina: Jumlah Korban-Dampak di Sulawesi

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 di Filipina selatan telah mencapai sedikitnya 35 orang. Selain itu terdapat lebih dari 100 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat musibah ini.

Mengutip AFP, Selasa (9/6/2026), gempa luar biasa tersebut melanda lepas pantai pulau Mindanao selatan pada Senin. Guncangan dahsyat meruntuhkan gedung dan merusak prasarana krusial di Kota General Santos.

Otoritas musibah nasional menyatakan setidaknya belasan orang tetap dinyatakan hilang. Sementara itu sebanyak 134 orang dipastikan mengalami luka-luka.

Kerusakan akibat tsunami dilaporkan terjadi di setidaknya satu desa pesisir pantai. Gelombang tsunami nan lebih mini juga terukur mencapai wilayah Indonesia dan Palau serta sejauh Jepang selatan.

Pihak berkuasa Filipina mendesak masyarakat di wilayah pesisir nan terdampak untuk segera pindah ke tempat nan lebih tinggi. Imbauan ini dikeluarkan setelah gempa lepas pantai melanda bagian selatan General Santos nan merupakan kota pelabuhan berpenduduk sekitar 720.000 jiwa.

Serangkaian gempa susulan nan kuat mengguncang area tersebut sekitar dua jam setelah gempa pertama menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS). Gempa susulan terbesar tercatat mencapai kekuatan 6,5 pada skala Richter.

Video nan diunggah ke media sosial dan telah diverifikasi menunjukkan sebuah pusat perbelanjaan dengan restoran sigap saji Jollibee runtuh menjadi puing-puing di Kota General Santos. Sebuah gedung di kampus sekolah setempat juga hancur acak-acakan dalam rekaman video lainnya.

"Tuhan, gedung itu betul-betul runtuh! ... Bangunannya betul-betul runtuh!" tegas seorang saksi mata saat memandang struktur sekolah tumbang.

Presiden Ferdinand Marcos Jr langsung memerintahkan tanggap musibah segera di wilayah Mindanao nan merupakan pulau seukuran Korea Selatan. Berbagai lembaga diarahkan untuk menyiapkan pasokan support dan pusat pemindahan serta bersiap untuk kemungkinan operasi penyelamatan.

"Pemerintah nasional sedang bergerak dan kami tidak bakal meninggalkan Mindanao," jelas Presiden Ferdinand Marcos Jr dalam pernyataan tertulisnya.

Bencana ini datang delapan bulan setelah Filipina menderita gempa paling mematikan dalam 12 tahun terakhir. Saat itu gempa dangkal bermagnitudo 6,9 melanda lepas pulau Cebu dan menewaskan 79 orang. Dua gempa kuat kemudian melanda Mindanao dua minggu setelahnya dengan guncangan terkuat mencapai magnitudo 7,4.

Warga pemindahan setelah gempa bumi di lepas pantai selatan pulau Mindanao, Filipina, nan juga dirasakan di Tabukan Utara. Kabupaten Kepulauan Sangihe, provinsi Sulawesi Utara, Senin (8/6/2026). (REUTERS/Stenly Pontolawokang)Warga pemindahan setelah gempa bumi di lepas pantai selatan pulau Mindanao, Filipina, nan juga dirasakan di Tabukan Utara. Kabupaten Kepulauan Sangihe, provinsi Sulawesi Utara, Senin (8/6/2026). (REUTERS/Stenly Pontolawokang) Foto: REUTERS/Stenly Pontolawokang

Militer Dikerahkan dan Malaysia Tawarkan Bantuan

Militer Filipina menyatakan unit tanggap musibah mereka telah dikerahkan ke daerah-daerah nan terkena dampak. Gempa bumi ini terjadi pada pagi hari saat sekolah-sekolah di Filipina baru saja dibuka kembali setelah libur panjang.

Sebuah video nan dibagikan oleh sekolah setempat menunjukkan sekelompok besar anak-anak duduk di lantai dan terombang-ambing dengan sigap dari satu sisi ke sisi lain akibat gempa. Beberapa anak tampak memeluk pembimbing sebelum akhirnya melarikan diri secara massal saat tempat berlindung darurat runtuh di belakang mereka.

"Ini adalah gempa terkuat nan pernah kami alami," tutur Kepala Polisi Kota Alabel di Sarangani, Benjie Ancheta saat memberikan kesaksian lewat sambungan telepon setelah kejadian nan terjadi di tengah upacara bendera tersebut.

Bandara di General Santos juga ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut menurut penjelasan para pejabat setempat. Gempa pada hari Senin ini sempat memicu peringatan pemindahan untuk wilayah pesisir tetangga ialah Indonesia dan Malaysia. Kedua negara tersebut kemudian mencabut peringatan ancaman beberapa saat setelahnya.

"Saya bermohon untuk keselamatan dan kesejahteraan semua orang nan terkena akibat dan berambisi mereka diberikan kekuatan serta keberanian dalam menghadapi hari-hari susah ke depan," papar Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim melalui akun media sosial X miliknya.

Warga di Sulut Mengungsi ke Tempat Tinggi

Sistem Peringatan Tsunami Amerika Serikat menyatakan beberapa negara bisa terkena akibat dari musibah ini. Negara Australia pada awalnya sempat memperingatkan potensi gelombang tsunami di pantai utara mereka.

Badan meteorologi Jepang mengeluarkan imbauan dan menyatakan tsunami setinggi 0,2 meter alias lebih rendah telah teramati

. Kondisi tersebut menyebabkan gangguan pada kapal feri dan penutupan pantai sebagai langkah pencegahan.

Saksi mata di Manado menyatakan bahwa mereka merasakan guncangan gempa dengan sangat kuat. Hanya ada kerusakan mini nan dilaporkan di wilayah tersebut menurut ahli bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana berjulukan Abdul Muhari.

Tsunami dengan ketinggian gelombang hingga 0,75 meter terdeteksi di beberapa wilayah di Sulawesi Utara. Kondisi ini membikin masyarakat mulai bergerak ke wilayah nan lebih aman. Evakuasi berdikari termasuk dilakukan oleh masyarakat di Kepulauan Sangihe nan terpencil lantaran menjadi salah satu wilayah paling dekat dengan Filipina.

"Mereka sekarang mengevakuasi diri ke tempat nan lebih tinggi... menjauh dari pantai untuk menghindari potensi tsunami," ujar seorang penduduk berjulukan Jufry Dalita.

Gempa bumi sendiri merupakan peristiwa nan nyaris terjadi setiap hari di Filipina. Negara ini terletak di area Cincin Api Pasifik nan merupakan jalur aktivitas seismik intens dari Jepang melewati Asia Tenggara dan melintasi cekungan Pasifik

(tps/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News