Ilustrasi(Dok BNPB)
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui info akibat musibah gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Kamis (10/9), akumulasi korban meninggal bumi tercatat sebanyak 136 orang, dengan 88 jiwa di antaranya wafat secara tidak langsung alias usai mendapatkan perawatan medis.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan belasungkawa atas musibah nan mengguncang wilayah tersebut sejak 15 Agustus lalu.
"Kami menyampaikan rasa belasungkawa nan sedalam-dalamnya mengenai meninggalnya sejumlah penduduk Indonesia akibat dampak langsung maupun tidak langsung dari gempa bumi," kata dia.
Progress Pendataan Rumah Rusak dan Bantuan Stimulan
Selain merenggut nyawa, guncangan gempa menimbulkan kerusakan prasarana bentuk secara masif. BNPB mencatat sebanyak 102.384 unit rumah penduduk mengalami kerusakan dengan tingkatan ringan, sedang, hingga berat.
Guna memastikan penyaluran biaya stimulan tepat sasaran, tim campuran BNPB berbareng pemerintah wilayah setempat terus melakukan verifikasi aktual di lapangan. Berdasarkan laporan Direktorat Pengendalian Operasi BNPB, pemetaan dan verifikasi bentuk gedung terdampak telah menyentuh nomor 70%
"Targetnya seluruh rangkaian proses verifikasi info bentuk rumah rusak tersebut dapat dirampungkan secara menyeluruh pada pekan depan agar tahapan pencairan support perbaikan dapat segera dieksekusi," cetusnya.
Distribusi Logistik Darurat Pengungsi
Untuk memenuhi kebutuhan harian para pengungsi, BNPB telah menyalurkan support logistik darurat dengan total akumulasi mencapai 2.178 ton. Penyaluran support difokuskan melalui dua posko utama di NTT:
- Posko Labuan Bajo (Kabupaten Manggarai Barat): Menyalurkan 1.379 ton logistik.
- Posko Maumere (Kabupaten Sikka): Menyalurkan 664 ton logistik.
(Ant/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·