Update Gempa Dahsyat M7,7 NTT: 40.040 Orang Mengungsi dan 11.925 Rumah Rusak

Sedang Trending 54 menit yang lalu

Binti Mufarida , Jurnalis-Selasa, 18 Agustus 2026 |17:51 WIB

 40.040 Orang Mengungsi dan 11.925 Rumah Rusak

Gempa NTT/dok Polri

JAKARTA - Sebanyak 40.040 orang mengungsi akibat gempa bumi luar biasa berkekuatan magnitudo (M) 7,7 nan mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa tersebut mengakibatkan 70 orang meninggal.

“Data sementara pengungsi saat ini nan kami kumpulkan ada 40.040 jiwa, sekali lagi info pengungsi itu sebesar 40.040 jiwa,” ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan saat konvensi pers secara virtual, Selasa (18/8/2026).

“Ini bukan menggambarkan kerusakan rumah jadi perlu kita hati-hati untuk menerjemahkannya, namun ini lantaran banyaknya akibat psikologis nan dirasakan oleh warga,” lanjutnya.

Berton merinci, pengungsi tersebar di sejumlah kabupaten terdampak. Di Kabupaten Manggarai tercatat 6.487 orang mengungsi, sedangkan di Manggarai Timur terdapat 966 orang nan mengungsi di posko BPBD.

Selain itu, terdapat sekitar 14 ribu orang di Manggarai Timur nan memilih mengungsi secara mandiri. “Di Kabupaten Manggarai Barat ada 600 jiwa mengungsi. Kabupaten Nagekeo 6.221 jiwa. Kabupaten Sikka 5.681 jiwa. Kabupaten Ende 366 jiwa. Kabupaten Ngada 1.920 jiwa,” kata Berton.

Selain pengungsi, BNPB mencatat sebanyak 11.925 unit rumah mengalami kerusakan akibat gempa NTT. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.516 rumah mengalami rusak berat, 1.916 rumah rusak sedang, dan 4.493 rumah mengalami rusak ringan.

“Sedangkan total rumah nan rusak sebanyak 11.925 unit dengan rincian rusak berat sebanyak 5.516 unit. Rusak sedang 1.916 unit, rusak ringan 4.493 unit. Dengan rusak tertinggi adalah di Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Ngada,” ujar Berton.

Sementara itu, jumlah korban meninggal bumi tercatat sebanyak 70 orang. Untuk korban luka-luka, BNPB menggunakan info dari Kementerian Kesehatan nan mencatat sebanyak 1.182 orang.

Berton menjelaskan, terdapat perbedaan jumlah korban luka nan disampaikan BNPB dan Basarnas lantaran kedua lembaga menggunakan dasar penghitungan nan berbeda.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri buletin news lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com