BNPB menyampaikan pembaruan korban musibah gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo nan mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6). Tercatat hingga Kamis (18/6), korban meninggal bertambah jadi 3 orang.
Selain itu, tercatat 17 orang mengalami luka berat dan 91 orang luka ringan, sementara 2.109 kepala family alias 6.412 jiwa terdampak akibat musibah tersebut.
Kapusdatin BNPB Abdul Muhari mengatakan, berasas laporan BPBD dan hasil asesmen lapangan, Kabupaten Sigi menjadi wilayah nan mengalami akibat paling signifikan.
"Tiga korban meninggal bumi masing-masing berada di Desa Ampera, Kecamatan Palolo, serta Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki, dan satu korban lainnya nan telah terkonfirmasi dalam pendataan terbaru," kata Muhari dalam keterangannya, Jumat (19/6).
Selain korban jiwa, gempa mengakibatkan kerusakan pada sedikitnya 1.652 unit rumah, nan terdiri dari 1.472 rumah rusak ringan, 111 rumah rusak sedang, dan 69 rumah rusak berat.
Kerusakan juga terjadi pada akomodasi umum dan sosial, meliputi 42 rumah ibadah, delapan gedung perkantoran termasuk Kantor Bupati Sigi dan BAPPERINDA, 13 gedung sekolah, dua rumah adat, serta delapan jaringan air bersih.
Catat 703 Gempa Susulan
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 703 kali gempa susulan, dengan magnitudo terbesar mencapai 5,2 dan terkecil 1,3. Sebanyak 25 gempa susulan dilaporkan tetap dirasakan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Sigi telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari sejak tanggal kejadian dan menunjuk Wakil Bupati Sigi sebagai Komandan Satuan Tugas Penanganan Darurat. Sementara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tengah memproses penetapan status tanggap darurat tingkat provinsi.
BNPB terus melakukan pendampingan kepada BPBD Kabupaten Sigi serta menyalurkan support logistik berupa tiga unit tenda pengungsi, 50 unit tenda keluarga, 150 paket sembako, 150 lembar matras, 150 lembar selimut, dan 100 unit kasur lipat.
Selain itu, personel TNI dan Polri turut membantu pembersihan puing bangunan, pengedaran logistik, serta support operasional di lapangan. Pemerintah wilayah berbareng BPBD dan beragam pihak juga terus melakukan pendataan by name by address untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara tepat sasaran.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto bertolak ke letak terdampak gempa di Kabupaten Sigi pada Jumat (19/6).
Kunjungan ini untuk memastikan penanganan darurat serta koordinasi lintas lembaga melangkah optimal dan efektif, memandang langsung kondisi masyarakat terdampak, serta mengidentifikasi beragam kebutuhan dasar nan diperlukan oleh masyarakat di lapangan.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·