Upaya Batam Jadi Kawasan Industri Teknologi Tinggi

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Upaya Batam Jadi Kawasan Industri Teknologi Tinggi Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait (kedua dari kiri) dan Deputi Direktur Pemberitaan Media Indonesia Aries Fadhilah (kedua dari kanan).(Dok MI)

BADAN Pengusahaan Batam (BP Batam) terus mendorong penanaman investasi di Kota Batam terutama di bagian teknologi tinggi (high-tech). Sebagai contoh, saat ini Batam mempunyai area ekonomi unik (KEK) Nongsa Digital Park (NDP) nan merupakan area terintegrasi untuk upaya digital.

"Batam sudah mempunyai sekitar 31 area industri dengan sekitar 1.300 penanam modal asing. Ini kita mau menambah lagi terhadap investasi nan masuk, tentunya dalam level high technology," ungkap Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait saat melakukan kunjungan ke Kantor Media Indonesia di Jakarta Barat, Rabu (3/6).

Pihaknya menginginkan industri dengan teknologi nan lebih tinggi agar Batam dapat dikenal sebagai kota nan berkembang dengan industri maju. Dengan teknologi tinggi serta daya hijau, BP Batam percaya perihal itu juga dapat mengembangkan skill pekerja nan lebih mumpuni.

Ariastuty menyebut saat ini sudah ada lebih dari 10 data center di Batam, baik nan sudah melangkah maupun nan tetap dalam tahap pembangunan. "Data center ini merupakan salah satu industri nan dilihat oleh negara-negara maju," ujarnya.

Tantangan nan ada saat ini, lanjut Ariastuty, adalah keterbatasan lahan. Untuk itu, Batam berencana membuka kawasan-kawasan baru di pulau-pulau lain nan berpotensi untuk dikembangkan sebagai data center.

"Kawasan data center ini butuh lahan nan luas. Lahan di Batam hanya 415 km persegi. Kalau kita mau ambil lagi ke wilayah Rempang dan Galang itu mencakup 715 km persegi," ungkap Ariastuty.

"Melalui PP Nomor 47 Tahun 2025 perubahan dari PP Nomor 46 kita menambah 22 pulau nan berada di luar Batam, Rempang, dan Galang. Kita berambisi itu bisa dikembangkan juga menjadi data center, maupun pariwisata alias nan lainnya," jelasnya.

Ia menyebut upaya untuk lebih memajukan Kota Batam dengan industri nan canggih juga sesuai pengarahan langsung Presiden Prabowo Subianto. "Karena beliau merasa Batam ini kan sangat strategis lokasinya, dekat dengan Selat Malaka, berbatasan dengan Singapura, dan juga Johor, Malaysia," kata Ariastuty.

Batam sendiri merupakan area dengan akomodasi sangat komplit terutama untuk industri, dari kebutuhan air, listrik hingga sarana-sarana lainnya seperti area industri khusus.

"Di Batam ada FTZ (Free Trade Zone/kawasan perdagangan bebas), KEK (kawasan ekonomi khusus) ada tiga. KEK kesehatan di Sekupang, KEK Batam Aero Technic di Kawasan Bandara Hang Nadim, dan KEK Nongsa Digital Park," paparnya.

Untuk menyebarkan info nan lebih luas mengenai potensi Kota Batam, Ariastuty menilai peran media sangatlah penting. Terutama media nasional seperti Media Indonesia.

"Investasi merupakan salah satu nan krusial bagi Kota Batam. Kami BP Batam mempunyai tujuan alias kegunaan untuk menarik sebanyak-banyaknya investasi di Kota Batam. Dengan adanya pemberitaan oleh media-media kami berupaya untuk menginformasikan kepada publik bahwa Batam itu merupakan letak nan strategis. Dekat dengan Singapura, Malaysia, dan beragam negara di ASEAN maupun Asia," paparnya.

"Kami berterima kasih banyak lantaran hari ini kami sudah diterima oleh jejeran Media Indonesia. Selama ini BP Batam bekerja sama dengan Media Indonesia sudah lebih dari 10 tahun. Jadi Media Indonesia ini merupakan strategic mitra media nan krusial bagi BP Batam," imbuh Ariastuty.

Deputi Direktur Pemberitaan Media Indonesia Aries Fadhilah menyambut baik dan mengapresiasi upaya BP Batam dalam memajukan Kota Batam.

"Intinya kita mendukung nan menjadi tujuan BP Batam. Orang berpikir Batam sudah sejak lama sebagai area nan didengung-dengungkan bakal menyaingi Singapura," kata Aries dalam kesempatan nan sama.

Untuk bisa mencapai cita-cita tersebut, katanya, perlu upaya-upaya nan jitu. Termasuk gimana Batam 'menjual' potensi wilayah tersebut.

"Mungkin sekarang sudah lagi tidak bisa dengan hard selling, kudu lebih soft selling, kudu dengan story telling nan menarik seperti apa sih kita mau mengekspose Batam, untuk bisa menjadikan Batam lebih maju lagi," pungkasnya. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia