Liputan6.com, Jakarta - Anggota DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike menyoroti adanya ketimpangan antara laju pertumbuhan ekonomi dan tingkat kesejahteraan para pekerja, khususnya di ibu kota. Karena itu, dia bakal terus memperjuangkan kondisi buruh nan sampai saat ini tetap dari kata ideal.
"Pertumbuhan ekonomi Jakarta tidak otomatis menetes ke buruh. Masih banyak pekerja nan hidup di pemisah minimum, apalagi tidak sedikit nan upahnya tergerus kebutuhan hidup kota nan terus naik," kata dia, Jumat (1/5/2026).
Politikus PDIP ini mengkritik praktik hubungan kerja nan dinilai eksploitatif dan sistem kerja outsourcing nan dinilai hanya merugikan pekerja. Seperti dilansir dari Antara, dia juga menemukan pola kerja perjanjian berulang dan outsourcing nan dipakai untuk menghindari tanggungjawab perusahaan terhadap buruh.
"Ini bukan lagi kasus sporadis, tapi sudah menjadi pola nan kudu dihentikan," ungkap Yuke.
Ia menilai lemahnya pengawasan membikin pelanggaran ketenagakerjaan kerap berulang tanpa hukuman tegas. Yuke juga menyoroti semakin besarnya pertumbuhan pekerja informal di Jakarta, namun belum diimbangi izin memadai.
"Kalau pengawasan lemah, perusahaan bakal terus mencari celah. Buruh nan akhirnya menanggung risiko, dari jam kerja berlebih hingga minimnya agunan sosial," ungkap dia.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·