Influenza tidak hanya menyerang orang dewasa. Anak-anak juga termasuk golongan nan lebih berisiko tertular, terutama lantaran sistem imun dan sistem pernapasannya tetap berkembang.
Ketua UKK Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, Sp.A, Subsp IPT, menjelaskan bahwa ada beberapa argumen nan membikin anak lebih mudah terpapar influenza.
Mengapa Anak Lebih Berisiko Tertular Influenza?
Sistem imun anak tetap berkembang dan mereka belum banyak terpapar beragam virus. Selain itu, postur tubuh anak nan lebih pendek dibandingkan orang dewasa juga membikin mereka lebih mudah menghirup partikel dari lingkungan sekitar.
"Anak kan tingginya di bawah orang dewasa. Kalau kita bicara, bersin, batuk, mereka menghirup semua partikel-partikel lembut sehingga tertular," ujar Prof. Anggraini.
Beberapa golongan anak juga disebut lebih rentan terpapar influenza, ialah balita, anak nan dititipkan di daycare, mempunyai kelainan neurologi dan tumbuh kembang, tinggal jauh dari akses kesehatan, serta tinggal di pemukiman padat.
Menurut IDAI, sekitar 5 persen anak nan terinfeksi influenza memerlukan perawatan di rumah sakit. Dari golongan tersebut, 80 persen di antaranya merupakan anak berumur di bawah 2 tahun.
Kenali Gejala Influenza pada Anak
Influenza dapat diawali dengan demam, kemudian diikuti nyeri alias rasa ngilu pada tubuh dan nyeri tenggorokan. Anak juga dapat mengalami batuk kering nan mengganggu dan berkepanjangan, serta mudah lelah.
Perjalanan penyakit influenza mempunyai tahapan. Kondisi dapat menjadi semakin berat hingga mencapai titik terparah sekitar hari ke-4 sampai ke-5, sebelum kemudian mulai memasuki tahap penyembuhan.
Meski sudah mulai pulih, rasa tidak nyaman akibat influenza dapat memperkuat lebih dari dua minggu.
Influenza Juga Bisa Picu Komplikasi
Pada sebagian anak, influenza dapat berkembang menjadi komplikasi, terutama nan berangkaian dengan saluran pernapasan dan paru-paru.
Beberapa komplikasi nan perlu diketahui antara lain pneumonia dan bronkopneumonia. Influenza juga dapat memicu masalah pada jantung. Sementara itu, komplikasi nan mengenai otak tergolong sangat jarang.
Data nan disampaikan IDAI menunjukkan bahwa komplikasi otak seperti ensefalopati akibat influenza mempunyai akibat sekitar 0,2 persen alias sekitar 4 dari 100 ribu anak nan terkena influenza. Risiko komplikasi berat juga lebih tinggi pada anak dengan komorbid alias kondisi imun nan terganggu.
Kapan Anak Boleh Kembali ke Sekolah?
Influenza dapat menular sejak sekitar satu hari sebelum indikasi muncul hingga beberapa hari setelahnya. Pada anak, masa penularan dapat berjalan lebih lama, apalagi hingga sekitar 10 hari.
Karena itu, orang tua perlu memperhatikan kondisi anak sebelum kembali beraktivitas berbareng teman-temannya di sekolah maupun daycare. Pastikan anak sudah dalam kondisi nan cukup pulih dan pertimbangkan rekomendasi dokter, terutama jika sebelumnya mengalami influenza dengan indikasi nan cukup berat.
Yang tak kalah penting, tetap perhatikan kondisi anak selama masa pemulihan. Jika indikasi semakin berat alias muncul kondisi nan mengkhawatirkan, anak perlu mendapatkan pemeriksaan medis.
59 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·