Makassar, CNN Indonesia --
Rektorat Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) membantah info nan menyebut 28 mahasiswa dijatuhi hukuman alias skorsing setelah mengkritik pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan kampus.
Kepala Humas Unhas, Ishaq Rahman, menegaskan tidak ada keputusan skorsing nan dikeluarkan oleh fakultas maupun rektorat mengenai tindakan kritik nan disampaikan mahasiswa.
"Informasi tersebut tidak benar. Tidak ada keputusan skorsing apa pun nan diambil oleh fakultas maupun rektorat Unhas mengenai tindakan kritik terhadap MBG," kata Ishaq dalam keterangannya, Sabtu (13/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut ishaq Unhas tetap menjunjung tinggi kebebasan akademik dan kebebasan menyampaikan pendapat sebagai bagian dari kehidupan kampus. Kampus juga membuka ruang perbincangan nan sehat dan beretika bagi seluruh sivitas akademika.
"Kritik, masukan, dan aspirasi mahasiswa tetap menjadi bagian krusial dalam penguatan tata kelola kampus," ujarnya
Namun, kata Ishaq dalam penyampaian aspirasi mahasiswa diharapkan dilakukan secara berbasis fakta, serta melalui jalur komunikasi nan terbuka dan konstruktif.
"Penyampaian aspirasi hendaknya dilakukan secara bertanggung jawab, berbasis fakta, serta melalui kanal komunikasi nan terbuka dan konstruktif," katanya.
Terkait pengelolaan SPPG di lingkungan kampus, pihak rektorat menyatakan tetap membuka ruang pengawasan dan kritik, baik dari mahasiswa maupun masyarakat sipil.
"Dalam kaitannya dengan rumor pengelolaan SPPG di Kampus Unhas, pihak rektorat tetap membuka ruang pengawasan dan ruang kritik baik oleh mahasiswa maupun oleh komponen masyarakat sipil lainnya," ujar Ishaq.
(mir/kid)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·