Unai Emery Sah Jadi Serial Winner Liga Europa

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Unai Emery Sah Jadi Serial Winner Liga Europa Unai Emery kembali menunjukkan magisnya di Liga Europa setelah membawa Aston Villa juara usai mengalahkan Freiburg 3-0 di final. (AFP)

UNAI Emery menegaskan statusnya sebagai serial winner alias ahli juara Liga Europa. Pelatih asal Spanyol itu sukses mengantar Aston Villa menjuarai kejuaraan kasta kedua Eropa usai membungkam Freiburg 3-0 pada final di Istanbul, Kamis (21/5) awal hari WIB.

Trofi tersebut menjadi gelar Liga Europa kelima bagi Emery setelah sebelumnya tiga kali juara berbareng Sevilla dan satu kali berbareng Villarreal. Di saat nan sama, dia juga mengakhiri puasa trofi Aston Villa selama 30 tahun sekaligus gelar Eropa pertama mereka dalam 44 tahun.

Kesuksesan itu mempertegas kebangkitan Aston Villa sejak Emery datang menggantikan Steven Gerrard pada 2022. Saat itu, Villa tetap tercecer dekat area degradasi Liga Primer Inggris. Kini mereka kembali menjadi kekuatan besar Inggris dan Eropa serta memastikan tiket Liga Champions musim depan.

Emery menegaskan keberhasilan ini bukan akhir perjalanan Villa. Ia meminta seluruh komponen klub mempertahankan ambisi untuk terus bersaing di level tertinggi.

“Saya pribadi adalah orang nan ambisius dan tentu saya memerlukan dukungan. Pemilik klub, semua orang nan bekerja di klub. Perkembangan adalah segalanya,” kata Emery.

“Para pemain mengikuti kami. Kami melakukan semuanya bersama-sama. Tetapi kami kudu menjaga ambisi itu dengan langkah nan realistis dan jelas. Kami kudu terus berkembang,” lanjutnya.

Menurut Emery, tantangan Villa musim depan bakal jauh lebih berat lantaran kudu bersaing di Liga Champions sekaligus Liga Primer Inggris nan menjadi kejuaraan paling susah di dunia.

“Kami semakin kuat, tetapi kami juga kudu terus menuntut diri sendiri. Musim depan kami bakal bermain di Liga Champions dan Liga Primer adalah kejuaraan paling susah di dunia. Itulah tantangannya,” ujar Emery.

Pelatih berumur 54 tahun itu juga mengaku mempunyai hubungan emosional nan kuat dengan kejuaraan Eropa, khususnya Liga Europa nan kembali memberinya panggung kejayaan.

“Eropa memberi saya banyak hal. Saya selalu sangat berterima kasih kepada kejuaraan Eropa, terutama Liga Europa,” ucapnya.

“Dukungan nan saya rasakan berbareng Valencia, Sevilla, Villarreal, hingga sekarang di Villa sangat luar biasa. Tahun ini kami memainkan kejuaraan ini dengan sangat serius dan penuh fokus,” tambahnya.

Keberhasilan di Istanbul terasa semakin spesial lantaran Villa akhirnya kembali mencicipi trofi Eropa setelah terakhir kali menjadi juara European Cup 1982 saat mengalahkan Bayern Muenchen.

Bagi Emery, keberhasilan itu menjadi bukti nyata perkembangan Aston Villa dalam beberapa musim terakhir. Meski sukses besar diraih, Emery menegaskan Villa belum mau berhenti.

“Tentu angan saya adalah bermain di Eropa dan memenangi trofi. Kami pernah sampai semifinal Conference League dan perempat final Liga Champions. Kami sudah sangat dekat. Klub ini pernah juara Eropa pada 1982 dan sekarang kembali bersaing memperebutkan trofi Eropa. Itu membikin semua nan kami lakukan terasa masuk akal,” lanjut Emery.

Di sisi lain, Freiburg kudu menelan kekecewaan besar pada final Eropa pertama dalam sejarah klub. Sang pembimbing Julian Schuster mengaku timnya kehilangan kendali pertandingan terutama saat menghadapi situasi bola meninggal Villa.

“Saat ini tidak ada ruang untuk merasa puas lantaran kami kalah di final,” kata Schuster.

“Ini tentu sangat menyakitkan. Kami percaya bisa menang. Dalam 40 menit pertama semuanya melangkah baik. Namun kami kehilangan kontrol permainan, khususnya dari situasi bola mati. Itu sangat susah diterima,” tutupnya. (AFP/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia