Ilustrasi(Magnific)
SEBAGIAN orang menyadari jika ukuran Payudara kanan dan kiri mereka tidak simetris alias bentuknya berbeda. Tapi apakah ini perihal nan berbahaya?
Menurut Cleveland Clinic Perbedaan tetek alias dikenal sebagai breast asymmetry adalah kondisi ketika asimetri kedua tetek mempunyai ukuran, bentuk, alias posisi nan tidak sama. Dalam sebagian besar kasus, kondisi ini merupakan ragam alami tubuh.
Dimulai saat masa Pertumbuhan
Menurut Johns Hopkins Medicine perubahan corak tetek dapat terjadi saat masa pubertas. Peningkatan hormon estrogen meningkatkan jaringan lemak dan menyebabkan terjadinya perkembangan payudara.
Namun, proses tersebut tidak selalu berjalan dengan kecepatan nan sama pada kedua tetek sehingga salah satunya dapat tumbuh lebih sigap alias sedikit lebih besar.
Setelah menstruasi dimulai, perubahan hormon selama siklus menstruasi, terutama progesteron pada paruh kedua siklus, merangsang pembentukan kelenjar susu. Kondisi ini dapat membikin tetek membesar, terasa lebih padat, bengkak, nyeri, alias tampak sedikit berbeda ukuran sebelum menstruasi.
Perubahan Payudara juga perlu diwaspadai
Meski perubahan corak alias ukuran tetek umumnya normal, perubahan corak dan ukuran tetek nan muncul secara tiba tiba tidak boleh diabaikan juga.
Cleveland Clinic menjelaskan asimetri nan baru terjadi setelah tetek selesai berkembang dapat berangkaian dengan kondisi medis, seperti kista, penumpukan darah akibat cedera (hematoma), nekrosis lemak, hingga tumor jinak alias kanker payudara.
Karena itu, perubahan nan baru muncul perlu dievaluasi oleh tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya.
Kapan kudu diperiksa?
Pemeriksaan sebaiknya dilakukan jika salah satu tetek tiba-tiba berubah ukuran alias bentuk, muncul benjolan, keluar cairan dari puting nan bukan ASI, kulit tampak berlesung alias tertarik ke dalam, terjadi kemerahan alias pembengkakan, maupun timbul nyeri nan menetap.
Jika ditemukan indikasi seperti itu, master dapat menyarankan pemeriksaan lanjutan, seperti mammografi 3D (tomosintesis), USG payudara, MRI payudara, molecular breast imaging, hingga biopsi jika diperlukan.
Perbedaan ukuran tetek kanan dan kiri umumnya merupakan bagian dari ragam normal tubuh. Namun, perubahan nan muncul secara mendadak alias disertai indikasi lain teta memerlukan pemeriksaan agar penyebabnya dapat diketahui sedini mungkin. (Cleveland Clinic/Johns Hopkins Medicine/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·