Ukraina Ngamuk! Hantam Pabrik Rudal Rusia, Korban Tewas Berjatuhan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Militer Ukraina mengeklaim telah sukses menghantam sebuah pabrik nan memproduksi komponen elektronik untuk rudal di wilayah perbatasan Voronezh, Rusia, pada hari Senin. Serangan mematikan ini dikonfirmasi oleh gubernur setempat telah menewaskan lima orang dan melukai puluhan penduduk lainnya.

Mengutip Reuters, Selasa (23/06/2026), serangan rudal ke kota Voronezh nan diumumkan oleh militer Ukraina tersebut menjadi pukulan telak terbaru bagi industri pertahanan Rusia nan dihantam oleh serangan jarak jauh Kiev.

Staf Umum Ukraina menyatakan bahwa pihaknya menggunakan rudal jelajah nan diluncurkan dari udara untuk menghantam akomodasi tersebut. Mereka mendeskripsikan pabrik itu sebagai "komponen krusial" dalam produksi pertahanan Rusia di kota nan berjarak kurang dari 200 km dari perbatasan Ukraina.

"Fasilitas tersebut memproduksi elektronik nan digunakan dalam rudal Rusia, khususnya untuk sistem rudal taktis Iskander," tulis perwakilan militer Ukraina dalam pernyataan resmi via Telegram.

Sementara itu, Gubernur Regional Voronezh, Alexander Gusev, melalui akun Telegram pribadinya menjelaskan bahwa sasaran utama dari serangan tersebut adalah sebuah perusahaan industri nan terletak di tepi kiri Sungai Voronezh di ibu kota provinsi tersebut.

"Kami mengalami kerugian nan sangat berat hari ini. Akibat serangan rudal di kota ini, lima orang tewas. Beberapa puluh penduduk sempat mencari support medis, namun sebagian besar telah dipulangkan setelah menerima perawatan," ungkap Gusev.

Gusev menambahkan bahwa akibat dari ledakan tersebut juga merusak 10 gedung apartemen dan enam rumah pribadi. Sebelumnya, dia sempat mengeklaim bahwa sistem pertahanan udara Rusia sukses menghancurkan beberapa sasaran berkecepatan tinggi di atas langit kota tersebut sebelum hantaman terjadi.

Sebuah rekaman video nan diambil dari dalam mobil nan melintas di dekat TKP-dan telah diverifikasi oleh Reuters-menunjukkan gumpalan asap hitam pekat nan membubung tinggi dari setidaknya dua titik di dalam kompleks pabrik tersebut. Komandan Pasukan Drone Ukraina, Robert Brovdi, mengonfirmasi bahwa unitnya ikut ambil bagian dalam operasi campuran ini.

Dalam beberapa bulan terakhir, Kiev memang gencar menargetkan beberapa akomodasi produksi militer Rusia, terutama produsen rudal. Kendati keahlian serangan jarak jauh Kiev terus meningkat, serangan udara Rusia dilaporkan tetap mempunyai daya jangkau nan jauh lebih merusak di dalam teritorial Ukraina.

Di hari nan sama, salah satu produsen drone papan atas Ukraina, General Cherry, secara mengejutkan mengungkap bahwa salah satu pabrik mereka juga telah dihantam oleh serangan Moskow.

(tps/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News