Uji coba operasional 65 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahap I menunjukkan perkembangan positif. Hingga 14 Agustus 2026, hasil perikanan dari sejumlah letak KNMP itu telah didistribusikan ke beragam wilayah dengan total volume 273,6 ton dan nilai transaksi mencapai Rp 11,10 miliar.
Ketua Satgas Operasional KNMP Victor Gustaaf Manoppo mengatakan, sejumlah KNMP tahap I nan telah sukses menyalurkan hasil perikanan tersebar di Lampung, Sumbawa, Pandeglang, Sinjai, Lombok Tengah, Gorontalo, Tual, Konawe, hingga Merauke. Komoditas nan dipasarkan meliputi tuna, tuna loin, tuna fillet, cumi, gurita, tongkol, bawal, ikan demersal, dan kakap putih.
“Fokus kami sekarang memastikan semua akomodasi KNMP tahap I digunakan, unit upaya dijalankan, dan koperasi siap mengelolanya,” ujar Victor dalam keterangannya, dikutip Selasa (25/8).
Selama periode uji coba, tim detasering KKP melakukan pendampingan secara langsung di sejumlah lokasi. Pendampingan tersebut dilakukan untuk memetakan potensi dan kesempatan usaha, menjajaki mitra potensial, serta mempercepat tindak lanjut berbareng pemerintah daerah, koperasi, masyarakat, dan pelaku usaha.
Sejumlah akomodasi KNMP juga mulai dimanfaatkan sebagai unit usaha. Fasilitas tersebut mencakup cold storage, kapal penangkap ikan, kendaraan berpendingin, sentra kuliner, mesin, gerai perbekalan, bengkel, hingga pabrik es. Pemanfaatan akomodasi selama masa uji coba tersebut menghasilkan pendapatan sebesar Rp1,29 miliar.
“Ketika akomodasi digunakan dan transaksi mulai terjadi, berfaedah KNMP sudah masuk ke tahap usaha,” lanjut Victor.
Untuk memperkuat aktivitas usaha, KKP turut mempertemukan pengelola KNMP dengan lembaga keuangan, seperti Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD), guna mendukung kebutuhan permodalan.
“Pembiayaan kudu mengikuti kebutuhan usaha. Koperasi perlu mempunyai kelembagaan dan rencana upaya nan jelas agar pembiayaan dapat digunakan untuk mengembangkan usaha,” tutur Victor.
Sementara itu Direktur Pemberdayaan Usaha, Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Ali Rahmat Iman Santoso, mengatakan KKP juga terus mendorong penguatan kelembagaan koperasi serta mempersiapkan model bisnis, akses pasar, dan pembiayaan bagi KNMP.
“Kami memandang akomodasi nan bisa segera digunakan, pengelolanya, model usahanya, lampau kami hubungkan dengan mitra dan pasar. Pendampingan diarahkan sampai aktivitas upaya dapat berjalan,” ujar Ali.
Pendampingan nan diberikan mencakup aspek legalitas dan perizinan usaha, terutama penambahan KBLI untuk aktivitas kelautan dan perikanan. Selain itu, KKP memberikan pembekalan manajemen bagi pengurus, pengembangan model upaya sarana rantai dingin, literasi keuangan, STELINA, diversifikasi produk, serta fasilitasi sertifikasi SKP dan SPDI.
Untuk memperluas pemasaran, KKP menghubungkan KNMP dengan beragam pelaku upaya dan lembaga terkait, mulai dari UPI, eksportir, SPPG, pemasok, distributor, pedagang pengumpul, koperasi perikanan, hingga golongan pengolah hasil perikanan.
Dari aspek mutu, KKP juga melakukan pembinaan mengenai kualitas dan keamanan pangan, terutama pada akomodasi Cold Storage dan Sarana Distribusi. Langkah tersebut dilakukan agar unit upaya KNMP dapat memenuhi persyaratan dan mempunyai Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) serta Sertifikat Penerapan Distribusi Ikan (SPDI).
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·