UEFA Kecam FIFA, Kasus Folarin Balogun Dinilai Sudah Kelewatan

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
UEFA Kecam FIFA, Kasus Folarin Balogun Dinilai Sudah Kelewatan Pemain Amerika Serikat Folarin Balogun(Jean-Christophe VERHAEGEN / AFP))

UEFA ikut mengecam keputusan FIFA nan menangguhkan larangan bermain pemain Amerika Serikat Folarin Balogun. UEFA menilai keputusan tersebut telah melewati garis merah dan menakut-nakuti kredibilitas FIFA. 

Folarin Balogun sebelumnya dijatuhi balasan larangan tampil satu pertandingan setelah menerima kartu merah langsung saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia Herzegovina 2-0 pada babak 32 besar. Sesuai izin FIFA, kartu merah langsung otomatis berujung skors satu laga.

Namun, sehari menjelang duel babak 16 besar melawan Belgia, Komite Disiplin FIFA memutuskan menangguhkan balasan tersebut selama satu tahun sehingga Balogun tetap bisa dimainkan.

Keputusan itu menuai kontroversi lantaran muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan melobi FIFA untuk meminta Presiden FIFA Gianni Infantino meninjau ulang hukuman terhadap Folarin Balogun. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio juga sebelumnya secara terbuka mendesak agar kartu merah Balogun dibatalkan.

Dalam pernyataan resminya, UEFA menilai keputusan FIFA telah mencederai prinsip dasar olahraga. UEFA menegaskan patokan merupakan fondasi kejuaraan nan setara dan tidak boleh diubah secara semena-mena.

"Keputusan kemarin untuk menangguhkan selama satu tahun penyelenggaraan balasan otomatis satu pertandingan setelah kartu merah nan diterima Folarin Balogun telah melewati garis merah," tulis pernyataan resmi UEFA.

"Sepak bola, seperti olahraga lainnya, berjuntai pada patokan nan menjadi dasar kejuaraan nan adil, jujur, dan transparan. Memang ada patokan nan dapat ditafsirkan, tetapi dalam kasus ini tidak demikian."

Organisasi nan membawahkan sepak bola Eropa itu juga memperingatkan akibat keputusan pada kasus kartu merah Folarin Balogun bisa meluas hingga ke seluruh dunia. Sebab itu, UEFA menyatakan ketidakpercayaan atas keputusan FIFA tersebut.

Belgia menjadi pihak nan dirugikan lantaran kudu menghadapi Amerika Serikat dengan kekuatan penuh. Pelatih Belgia Rudi Garcia apalagi menyindir keputusan FIFA sebagai April Mop.

"Saya tidak tahu jika di Piala Dunia FIFA tanggal 5 Juli sekarang berubah menjadi 1 April, Hari April Mop," ucap Garcia.

(AFP/H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia