Tya Ariestya Ajarkan Anak Menghargai Uang Lewat Cara Sederhana

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Tya Ariestya usai melempar jumrah. Foto: Dok. Media Center Haji 2025

Artis Tya Ariestya punya langkah sederhana untuk mengajarkan anaknya, Kanaka, memahami nilai duit sejak dini. Ia mulai mengenalkan konsep pemasukan, pengeluaran, hingga modal melalui aktivitas sederhana sehari-hari. Salah satunya ialah ketika Kanaka mencoba membikin upaya kecil-kecilan.

Saat ini, menurut Tya Ariestya, Kanaka tengah senang berkarya dengan membikin jasa painting untuk casing ponsel dan tumbler menggunakan pilox. Awalnya, Kanaka mematok nilai Rp25 ribu untuk jasanya tersebut. Namun, setelah dihitung kembali, nilai itu rupanya belum cukup untuk membeli kembali perlengkapan nan digunakan.

“Kanaka itu jasa painting casing, tumbler gitu. Jadi dia modal pakai pilox terus dia bikin. Jasanya itu dibayar awalnya Rp 25 ribu. Tapi rupanya enggak nutup buat beli pilox-nya lagi, akhirnya naik jadi Rp 50 ribu,” kata Tya saat ditemui di area Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (11/8).

Tya Ariestya. Foto: Instagram/@tya_ariestya

Menurut Tya, aktivitas tersebut bukan semata-mata untuk mengajarkan anaknya berbisnis dan mencari keuntungan. Ia justru memanfaatkan aktivitas itu sebagai sarana belajar menghitung.

Tya meminta Kanaka mencatat berapa duit nan dikeluarkan untuk membeli pilox. Dari situ, dia mengajarkan konsep modal, jumlah produk nan bisa dibuat, biaya produksi, hingga keuntungan.

“Aku tuh suka gimana caranya ya biar masuk ke mereka untuk belajar ngitung. Jadi saya kasih tahu, ‘Kak tadi beli pilox berapa?’ ‘Oh Rp 15 ribu.’ ‘Oh ya udah, itu artinya modal kamu. Kira-kira bisa dapat berapa casing?’” ucap Tya.

Ia kemudian meminta Kanaka menentukan sendiri berapa untung nan bisa diperoleh dan berapa duit nan kudu disisihkan untuk mengembalikan modal.

“Jadi sebenarnya bukan upaya buat dapat duit, tapi lebih ke belajar ngitung. Modalnya berapa, terus bisa dapat berapa produk, pengeluarannya berapa, kelak dia akan decide keuntungannya berapa, dia bakal ngembaliin lagi modal untuk beli lagi berapa,” tuturnya.

Tak hanya melalui aktivitas usaha, Tya juga membiasakan Kanaka mencatat penggunaan duit jajannya. Setiap kali memberikan duit untuk jajan, dia meminta sang anak menuliskan duit tersebut digunakan untuk apa saja.

“Even saya pun ngasih jajan, saya minta dia bikin catatannya. Jadi hari ini uangnya dipakai buat jajan apa aja,” ungkap Tya.

Potret Tya Ariestya dan anaknya saat latihan taekwondo. Foto: Instagram/@tya_ariestya

Tya Ariestya Ingin Anak Terbiasa Hidup Sederhana

Menurut Tya, kebiasaan tersebut dilakukan sedikit demi sedikit agar Kanaka memahami mana kebutuhan nan perlu dipenuhi dan mana pengeluaran nan sebenarnya tidak diperlukan.

“Lebih menghargai duit aja sih. Jangan menganggap duit kayak gampang. Jadi dia kudu tahu mana nan perlu dikeluarkan, mana nan tidak perlu,” kata Tya.

Tya menyadari bahwa kehidupan Kanaka saat ini bisa dibilang berkecukupan. Namun, dia mau anaknya bisa tetap terbiasa hidup sederhana dan bisa beradaptasi dengan beragam kondisi lingkungan.

“Perjalanan hidup itu kan panjang. Kalau enggak dipupuk dari kecil, enggak bisa. Sebenarnya Kanaka tuh apa-apa bisa gampang, tapi Kanaka tetap belajar sesederhana mungkin sama anak-anak,” ucap Tya.

Tya juga mau Kanaka memahami bahwa tidak semua orang mempunyai kondisi ekonomi nan sama. Karena itu, Tya berambisi anaknya bisa berbaur dengan siapa saja tanpa memandang latar belakang.

“Kita juga kudu bisa dan kelak juga punya teman. Enggak semua teman-temannya juga mungkin bisa berkelebihan seperti Kanaka, alhamdulillah. Aku pengin dia bisa masuk ke semua kalangan,” ungkapnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan