RI Berpeluang Perkuat Posisi di Ekosistem Kripto ASEAN

Sedang Trending 59 menit yang lalu

RI Berpeluang Perkuat Posisi di Ekosistem Kripto ASEAN

RI Berpeluang Perkuat Posisi di Ekosistem Kripto ASEAN (Foto: Freepik)

JAKARTA - Indonesia mempunyai kesempatan untuk memperkuat posisinya sebagai liquidity hub aset mata uang digital di kawasan, seiring besarnya minat pasar domestik dan kesukaan proyek-proyek blockchain dunia terhadap Indonesia.

Namun, kesempatan tersebut perlu diikuti dengan penguatan ekosistem, terutama dari sisi builders, likuiditas dan kepastian regulasi.

Vice President of Business Development Indodax James Eugene mengatakan, Indonesia telah menjadi pasar nan menarik bagi proyek blockchain global. Menurutnya, tingginya aktivitas pasar domestik menunjukkan adanya daya tarik nan dapat menjadi modal awal bagi Indonesia untuk membangun peran nan lebih besar di tingkat regional sebagai liquidity hub.

“Mereka (proyek global) memandang Indonesia sebagai pasar nan mempunyai potensi besar dan likuiditas nan kuat. Namun, likuiditas sendiri jauh lebih kompleks lantaran melibatkan banyak aktor, sehingga diperlukan sinergi untuk mengembangkan produk dan ekosistem bersama” ujar James dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Meski demikian, besarnya kesempatan pasar tidak berfaedah seluruh penemuan dapat langsung masuk tanpa mempertimbangkan aspek regulasi. James menilai posisi exchange adalah mencari titik keseimbangan antara kebutuhan pasar, inovasi, dan kepatuhan. Perlindungan konsumen tetap menjadi pertimbangan utama ketika berhadapan dengan beragam proyek dan produk baru nan mau masuk ke pasar Indonesia.

“Yang perlu dilakukan adalah menemukan sweet spot antara izin dan inovasi. Kita mencoba mendorong likuiditas, terutama di Indonesia, tetapi tentu saja kita juga kudu memperhatikan regulasi. Perlindungan konsumen betul-betul menjadi salah satu perihal terbesar nan kudu diperhatikan,” ujarnya.

Menurut James, terdapat dua perihal nan perlu diperkuat andaikan Indonesia mau berkembang menjadi crypto hub di Asia Tenggara. Pertama, semakin banyak builders nan membangun produk dan prasarana dengan kapabilitas global. Kedua, kesiapan likuiditas nan dapat menghubungkan proyek, exchange, investor, dan beragam bagian dalam ekosistem blockchain.

“Kita memerlukan lebih banyak builders. nan kedua selalu mengenai likuiditas. Likuiditas dibutuhkan oleh proyek, exchange, dan seluruh rails dalam ekosistem blockchain. Venture capital juga mempunyai peran krusial untuk mendukung pertumbuhan pasar secara keseluruhan,” jelasnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com