Feby Novalius
, Jurnalis-Rabu, 16 September 2026 |10:52 WIB

Industri tidak cukup hanya menemukan sumber daya, tetapi perlu memastikan potensi tersebut dapat dikonversi menjadi cadangan, proyek, investasi, hingga produksi. (Foto: Okezone.com/Pertamina)
JAKARTA — Penguatan ekosistem industri hulu minyak dan gas bumi (migas) dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan produksi sekaligus memperkuat ketahanan daya nasional. Industri tidak cukup hanya menemukan sumber daya, tetapi perlu memastikan potensi tersebut dapat dikonversi menjadi cadangan, proyek, investasi, hingga produksi.
Ketua Umum Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) Andre Wijanarko mengatakan upaya menutup kesenjangan produksi migas memerlukan kepastian kebijakan, daya saing investasi, serta keahlian eksekusi.
"Kita tidak cukup hanya berbincang tentang menemukan cadangan. Kita kudu berbincang tentang gimana resource menjadi reserve, reserve menjadi project, project menjadi investment, dan investment menjadi production," ujar Andre, Rabu (16/9/2026).
Menurut Andre, setiap tahapan tersebut menghadapi tantangan, mulai dari regulasi, keekonomian proyek, teknologi, infrastruktur, hingga proses pengambilan keputusan. Karena itu, ekosistem industri kudu bisa memberikan kepastian, daya saing, dan eksekusi.
"Kepastian agar penanammodal mempunyai kejelasan dan kepercayaan terhadap arah kebijakan, regulasi, serta keekonomian proyek. Daya saing agar proyek-proyek migas Indonesia bisa bersaing dalam menarik modal, teknologi, dan talenta terbaik. Dan nan tidak kalah krusial adalah eksekusi," katanya.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·