Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Menlu Turki, Hakan Fidan, di Jakarta (3/6). Penahanan sembilan WNI aktivis Global Sumud Flotilla dibahas dalam pertemuan tersebut.
Para WNI tersebut adalah aktivis kemanusiaan nan berada dalam misi kemanusiaan ke Gaza. Namun, di tengah perjalanan mereka ditangkap tentara Israel pada Mei.
Lewat support Turki kesembilan WNI tersebut dibebaskan dari tahanan di Israel. Saat berjumpa Fidan, Prabowo menyampaikan ucapan terima kasih atas peran Turki itu unik Presiden Recep Tayyip Erdogan.
"Pada pertemuan dengan Menlu Fidan, Presiden RI secara unik menyampaikan apresiasi kepada Presiden Y.M. Recep Tayyip Erdoğan dan Pemerintah Turki atas peran dan kerja sama erat dalam pemulangan 9 (sembilan) WNI nan tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0," Menlu Sugiono lewat unggahan instagram, Rabu (3/6).
Sugiono menambahkan, kondisi terakhir di Timur Tengah dibahas Prabowo dan Fidan. Kondisi keamanan di area itu memanas sejak serangan Israel-Amerika Serikat menyerang Iran.
Tak hanya Iran, situasi Timur Tengah juga memburuk sejak 2023 akibat serangan masif Israel ke Gaza. Terkait pembahasan Timur Tengah, Prabowo dan Fidan sepakat meminta negara-negara bertikai menemukan solusi damai.
"Kedua pihak juga berganti pandangan mengenai situasi terkini di Timur Tengah, khususnya di Iran dan Palestina. Sebagai sesama negara Global South, Indonesia dan Turki sepakat memperkuat koordinasi berbareng dalam mendorong de-eskalasi dan penyelesaian tenteram di kawasan, serta terus memperjuangkan keadilan bagi rakyat Palestina," papar Sugiono.
56 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·