Jakarta -
Hubungan Amerika Serikat (AS) dan China nan sebelumnya memanas akibat perang tarif sekarang mendadak mencair. Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping tampil berkawan dalam pertemuan tingkat tinggi di Beijing nan disebut menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis berbobot jumbo.
Trump menyatakan China siap meningkatkan pembelian daya dari AS, termasuk minyak dan gas alam, di tengah gejolak perang Iran nan mengguncang pasar daya global. Menurut Gedung Putih, Xi Jinping menunjukkan kesukaan memperbesar impor daya AS demi mengurangi ketergantungan China terhadap jalur Selat Hormuz nan sekarang rawan akibat bentrok Timur Tengah.
Tak hanya energi, Trump juga mengungkap China bakal membeli 200 pesawat Boeing. Dalam wawancara dengan media AS, Trump menyebut China bakal memesan 200 big ones dari Boeing setelah pembicaraannya dengan Xi Jinping.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini baru semacam pernyataan, tapi saya rasa itu adalah sebuah komitmen." kata Trump, dalam wawancara dengan Fox, dikutip Jumat (15/5/2026).
Jika betul terealisasi, kesepakatan itu menjadi salah satu pesanan terbesar Boeing dari China dalam nyaris satu dasawarsa terakhir. Selama beberapa tahun terakhir, hubungan jual beli AS-China nan memburuk membikin Beijing lebih banyak membeli pesawat Airbus dibanding Boeing.
Selain itu, Trump juga menyebut China bakal membeli lebih banyak minyak dari AS. Menurut Gedung Putih, Xi disebut tertarik meningkatkan impor daya dari AS untuk mengurangi ketergantungan China terhadap jalur Selat Hormuz nan saat ini rawan akibat bentrok Timur Tengah.
"Mereka telah setuju mau membeli minyak dari Amerika Serikat, mereka bakal pergi ke Texas, kita bakal mulai mengirim kapal-kapal Tiongkok ke Texas, Louisiana, dan Alaska," kata Trump dalam wawancara nan dilakukan setelah pertemuannya dengan Presiden China, Xi Jinping, di Beijing, dikutip dari CNBC.
Trump menggambarkan pertemuannya dengan Xi berjalan positif. Ia apalagi mengatakan telah menghasilkan kesepakatan jual beli nan dahsyat dalam pembicaraan dengan China. Meski begitu, belum ada kesepakatan resmi nan diumumkan mengenai pembelian minyak tersebut.
Kunjungan Trump menandai pertama kalinya seorang presiden AS nan sedang menjabat melakukan perjalanan ke China dalam nyaris sembilan tahun. Kedua pemimpin diperkirakan bakal minum teh dan makan siang berbareng sebelum para pejabat AS berangkat ke Washington.
(eds/hal)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·