Trump-Xi Jinping Bertemu, China Deal Beli 'Grosir' Minyak AS

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah China bakal mendongkrak impor minyak mentah dari Amerika Serikat (AS) secara besar-besaran lantaran kedua raksasa ekonomi bumi tersebut dinilai sebagai mitra jual beli nan saling melengkapi di sektor energi. Langkah strategis ini diambil di tengah guncangan dahsyat pasokan daya dunia akibat eskalasi bentrok di Timur Tengah.

Sebagai importir minyak terbesar di dunia, China dinilai sangat cocok berkolaborasi dengan AS nan saat ini memegang status sebagai produsen minyak terbesar global. Kerja sama ini menjadi solusi logistik nan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

"Ada perdagangan daya nan alami di sana," ujar Menteri Energi AS Chris Wright kepada Brian Sullivan dari CNBC dalam sebuah wawancara di Port Arthur, Texas pada Jumat (15/05/2026).

Selama ini, Beijing sangat berjuntai pada pasokan minyak mentah dari area Timur Tengah untuk memenuhi kebutuhan domestiknya. Namun, jalur ekspor dari Teluk Persia terpangkas nyaris seluruhnya selama bermenit-menit dan berminggu-minggu akibat tindakan blokade total nan dilakukan Iran di Selat Hormuz. Beruntung, China mempunyai persediaan strategis dalam jumlah raksasa nan membantu negara tersebut memperkuat dari gangguan pasokan sejauh ini.

Akibat tersumbatnya jalur logistik utama di Timur Tengah tersebut, aliran pengiriman minyak internasional sekarang mulai bergeser secara masif menuju wilayah barat. AS diproyeksikan bakal menjadi tumpuan baru bagi pemenuhan daya Negeri Tirai Bambu.

"Saya menduga kita bakal memandang pertumbuhan dalam impor minyak mereka dari Amerika Serikat," kata Wright.

Dalam jangka panjang, China berbareng para pembeli lain di area Asia juga diprediksi bakal memperluas pembelian minyak mereka hingga ke wilayah Alaska, seiring dengan ambisi pemerintahan Presiden Donald Trump nan terus memacu produksi minyak di sana. Namun untuk saat ini, Beijing bakal konsentrasi meningkatkan volume impor minyak mereka dari area Pantai Teluk AS terlebih dahulu.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump juga mengonfirmasi bahwa China telah menyetujui kesepakatan besar untuk mengamankan pasokan daya dari negaranya. Kendati demikian, hingga saat ini pihak Beijing sendiri belum memberikan konfirmasi resmi mengenai keberadaan kesepakatan tertulis tersebut.

"Mereka telah sepakat bahwa mereka mau membeli minyak dari Amerika Serikat, mereka bakal pergi ke Texas, kita bakal mulai mengirim kapal-kapal China ke Texas, ke Louisiana, dan ke Alaska," tutur Trump saat berbincang kepada Fox News seusai menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Xi Jinping dalam rangkaian KTT di Beijing pekan ini.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Selat Hormuz diperkirakan bakal mengubah peta logistik daya bumi secara permanen. Wright menilai kepentingan dan pengaruh jalur pelayaran kritis tersebut bakal merosot tajam akibat tindakan sepihak dari Teheran.

"Ini adalah kartu nan hanya bisa Anda mainkan sekali," ucap Wright mengomentari tindakan Iran nan melumpuhkan selat tersebut.

Mengutip laporan Reuters, sekitar 20% dari total pasokan minyak bumi terpantau mengalir melalui Selat Hormuz sebelum AS dan Israel meluncurkan serangan militer ke Iran pada 28 Februari lalu. Blokade jawaban nan dilancarkan Iran di jalur laut tersebut langsung memicu gangguan pasokan daya terbesar sepanjang sejarah modern, sekaligus memukul mundur perekonomian negara-negara Arab di area Teluk.

Guna mengantisipasi akibat jangka panjang dari bentrok ini, negara-negara produsen di Teluk Arab dikabarkan mulai menyusun strategi pengganti dengan membangun jaringan pipa baru pasca-perang agar tidak lagi berjuntai pada Selat Hormuz. Salah satunya adalah Uni Emirat Arab nan dilaporkan langsung mempercepat proyek pembangunan pipa Barat-Timur baru guna menghindari jalur rawan tersebut.

"Akan ada rute lain bagi daya untuk keluar dari Teluk Persia. Kita bakal memandang penurunan pentingnya Selat Hormuz, namun bukan berfaedah menurunkan pentingnya produksi daya dan pasokan daya dari negara-negara tersebut," pungkas Wright.

(tps/tps)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News