Trump Tolak Biaya Transit Maritim Iran dalam Kesepakatan Akhir

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Trump Tolak Biaya Transit Maritim Iran dalam Kesepakatan Akhir Trump menolak kesepakatan akhir dengan Iran.(Dok. Discover Santa Clara)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (24/6) menyatakan tidak bakal menerima kesepakatan akhir dengan Iran jika memuat biaya atas pengiriman peralatan alias transit maritim. Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan setelah berjumpa Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Gedung Putih, Washington.

Trump ditanya apakah dia bakal menolak kesepakatan akhir dengan Iran jika kesepakatan tersebut mengizinkan corak pungutan apa pun terhadap pengiriman peralatan alias aktivitas maritim.

"Itu tidak dapat diterima oleh saya," kata Trump.

Menurut Trump, pemberian izin atas biaya semacam itu dapat menciptakan preseden nan mendorong tuntutan serupa di wilayah lain.

"Jika Anda melakukan itu untuk mereka, Anda kudu melakukannya untuk pihak lain. Saya juga tidak bakal mengizinkannya di sana... Itu bakal mengubah segalanya," ujar Trump.

Pernyataan tersebut muncul di tengah proses diplomasi antara Washington dan Teheran. Pekan lalu, Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani memorandum secara elektronik nan disebut bermaksud membuka jalan untuk mengakhiri perang nan dilancarkan Washington dan Tel Aviv terhadap Iran sejak 28 Februari 2026.

Berdasarkan kesepakatan itu, Washington dan Teheran mengadakan perundingan selama 60 hari, dengan kemungkinan perpanjangan. Perundingan tersebut diarahkan untuk mencapai kesepakatan akhir nan antara lain mencakup program nuklir Iran dan hukuman internasional.

Trump juga menyebut negosiasi dengan Iran melangkah positif. Ia mengatakan AS "berjalan dengan baik" dalam pembicaraan tersebut.

Dalam kesempatan nan sama, Trump turut ditanya mengenai serangan AS pada 28 Februari nan dilaporkan terjadi di sebuah sekolah dasar di Minab, Iran. Serangan itu disebut menewaskan lebih dari 170 orang, sebagian besar siswi.

Trump mengatakan dia belum memandang laporan mengenai serangan tersebut dan menyebut perlu menunggu penyelidikan selesai.

"Saya kudu menunggu sampai selesai... Saya tidak tahu apakah mereka bakal pernah menyelesaikan masalah itu, dalam perihal siapa nan bersalah, lantaran ada rudal nan beterbangan di mana-mana," kata Trump.

Ia menyebut peristiwa itu "mengerikan", tetapi menegaskan belum memandang bukti nan membuatnya percaya rudal AS terlibat.

"Mungkin itu bukan rudal kami, tapi saya belum memandang apa pun nan membikin saya percaya itu rudal kami. Ada banyak rudal nan diterbangkan oleh orang lain," ujar Trump.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan AS menanggapi penyelidikan itu "dengan sangat serius". Trump kembali menegaskan bahwa dia tidak meyakini serangan tersebut dilakukan oleh AS. (Ant/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia