Trump Marah Besar, Sebut Netanyahu amp;lsquo;Gilaamp;039; Usai Iran Hentikan Negosiasi

Sedang Trending 59 menit yang lalu

Trump Marah Besar, Sebut Netanyahu ‘Gila' Usai Iran Hentikan Negosiasi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Bernjamin Netanyahu.

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump marah besar terhadap Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu atas eskalasi militer Zionis di Lebanon, demikian dilaporkan Axios pada Senin (1/6/2026). Mengutip dua pejabat AS dan sumber ketiga nan mengetahui info ini, Trump dilaporkan menyebut Netanyahu sebagai “orang gila”.

Kemarahan Trump diduga lantaran Netanyahu dianggap membahayakan negosiasi AS dengan Iran akibat tindakan Israel di Lebanon. Trump menuntut agar Israel menghentikan serangan nan direncanakan terhadap Beirut, dalam apa nan digambarkan Axios sebagai salah satu percakapan telepon terburuk antara kedua pemimpin tersebut sejak Trump kembali menjabat.

“Kamu betul-betul gila. Kamu bakal dipenjara jika bukan lantaran aku. Aku menyelamatkanmu. Semua orang membencimu sekarang. Semua orang membenci Israel lantaran ini,” seorang pejabat meringkas pernyataan Trump kepada Netanyahu. Sumber kedua nan diberi tahu tentang percakapan telepon tersebut mengatakan Trump “marah” dan berteriak kepada Netanyahu: “Apa nan Anda lakukan?”

Presiden AS dilaporkan menekankan kewenangan Israel untuk memihak diri, tetapi menyampaikan kekhawatiran bahwa Netanyahu telah meningkatkan eskalasi secara tidak proporsional dalam beberapa hari terakhir, dengan meningkatnya korban sipil dan seluruh gedung dihancurkan untuk menargetkan komandan Hizbullah tertentu.

Israel telah mengintensifkan kampanye pengebomannya di Lebanon dalam beberapa hari terakhir, terhadap apa nan mereka sebut sebagai sasaran Hizbullah. Militer Israel telah bergerak lebih dalam ke selatan negara itu, merebut Kastil Beaufort, tembok Tentara Salib berumur 900 tahun dan titik strategis utama di wilayah tersebut.

Teheran telah menakut-nakuti bakal menghentikan pembicaraan dengan AS, lantaran memorandum nan sedang dinegosiasikan dengan Washington secara definitif menyerukan penghentian permusuhan di Lebanon. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan bahwa dia telah berbincang dengan Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri dan memperingatkan bahwa respons Teheran dapat melampaui penghentian negosiasi.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com