Jakarta, CNBC Indonesia - Dua kapal perang AS dilaporkan telah melintasi Selat Hormuz, pertama kalinya terjadi sejak dimulainya bentrok dengan Iran, sementara Presiden Donald Trump mengatakan pada Sabtu bahwa Amerika Serikat telah mulai "membersihkan" jalur perairan strategis tersebut.
Mengutip AFP berasas The Wall Street Journal, menyampaikan bahwa kapal perusak rudal Angkatan Laut AS tersebut melintasi selat tanpa dilaporkan adanya masalah.
"Kami sekarang memulai proses membersihkan Selat Hormuz," kata Trump di platform media sosial miliknya, menyebutnya sebagai 'bantuan' bagi negara-negara seperti China, Jepang, dan Prancis nan "tidak mempunyai keberanian alias kemauan untuk melakukan pekerjaan ini sendiri."
Dia menegaskan bahwa Iran "KALAH BESAR!" dalam bentrok ini, meski mengakui bahwa ranjau laut Iran di selat strategis tersebut - nan dilalui seperlima pasokan minyak mentah bumi - tetap menjadi ancaman.
"Satu-satunya nan mereka miliki adalah ancaman bahwa sebuah kapal mungkin 'menabrak' salah satu ranjau laut mereka," tulis Trump.
Iran Membantah
Mengutip Iranintl, pejabat militer Iran dalam wawancara dengan TV pemerintah Iran membantah adanya kapal AS nan melintasi Selat Hormuz. Justru, sebuah kapal AS berbalik arah setelah menerima peringatan, menurut pejabat tersebut.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·