Jakarta -
Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengecualikan Undang-undang (UU) Jones dan hingga November 2026. Hal ini merupakan keputusan langsung Presiden AS Donald Trump untuk menjaga pasokan minyak masuk ke negaranya.
UU Jones mengharuskan pengangkutan peralatan antarpelabuhan dilakukan oleh kapal berbendera AS. Trump mengeluarkan pengecualian 60 hari terhadap patokan ini pada 17 Maret lalu, kurang dari tiga minggu setelah AS dan Israel memulai perang dengan melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran.
Kini Trump mau memperpanjang kebijakan itu selama 90 hari dalam upaya untuk menjaga aliran bahan bakar di tengah perang Iran. Perpanjangan 90 hari terbaru ini diperkirakan berjalan hingga pertengahan November, melewati tanggal pemilihan paruh waktu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan perpanjangan terbaru ini bakal dipersempit dan hanya bertindak untuk kapal nan mengangkut sumber daya daya tertentu, komoditas minyak salah satunya. Perpanjangan ini juga mengharuskan Pentagon untuk berkonsultasi dengan Administrasi Maritim AS dan menentukan apakah pengecualian tersebut bertindak untuk setiap pelayaran pengiriman individu.
"Kami memuji kepemimpinan pemerintah dalam memperpanjang pengecualian Undang-Undang Jones, tindakan krusial nan bakal menjaga agar daya Amerika tetap berjalan, memperkuat keamanan pasokan, dan membantu melindungi konsumen dari volatilitas nilai nan tidak perlu. Langkah tegas ini bakal memastikan bahan bakar krusial mencapai wilayah nan paling membutuhkannya sekaligus memperkuat ketahanan Amerika di tengah gangguan pasar dunia nan sedang berlangsung," kata Kristin Whitman, wakil presiden senior hubungan pemerintah di American Petroleum Institute dikutip dari CNBC, Selasa (11/8/2026).
UU Jones dimaksudkan sebagai upaya untuk mengembangkan industri pelayaran domestik setelah Perang Dunia I. Namun, beberapa ekonom, termasuk mereka nan berada di lembaga libertarian Cato Institute, beranggapan bahwa UU Jones adalah corak proteksionisme nan sudah ketinggalan zaman.
Sejak Trump pertama kali mencabut pengecualian terhadap undang-undang tersebut, sekitar 210 pelayaran nan semestinya dianggap terlarangan sukses dituntaskan. Mayoritas kapal-kapal ini mengangkut bensin dan minyak mentah.
Cato, mengutip info tersebut, memperkirakan ada nyaris 55 juta barel kargo secara total telah dikirim dengan memanfaatkan kebijakan pengecualian UU Jones. Juru bicara Gedung Putih Taylor Rogers mengatakan pemerintahan Trump mengambil langkah tersebut untuk memastikan militer dan industri utama AS tetap mempunyai akses tanpa gangguan ke sumber daya penting.
"Data menunjukkan bahwa pengecualian tersebut telah mendorong peningkatan signifikan dalam pengiriman domestik produk-produk krusial seperti bensin, solar, dan bahan bakar jet. Presiden Trump terus mengambil tindakan berani dan masuk logika nan melindungi dan memperkuat keamanan ekonomi dan nasional Amerika," kata Rogers.
(hal/ara)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·