LPEI Kucurkan US$ 8,5 Juta Danai Ekspor Gerbong Barang ke Selandia Baru

Sedang Trending 55 menit yang lalu

Jakarta -

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) alias Indonesia Eximbank mendukung ekspor industri strategis nasional melalui pembiayaan kepada PT Industri Kereta Api (Persero) alias PT INKA untuk ekspor Wagon (Gerbong Barang) jenis SOW6 ke Selandia Baru. Dukungan tersebut melanjutkan sinergi antara LPEI dan PT INKA setelah keberhasilan pembiayaan ekspor pada 2024.

PT INKA kembali memperoleh perjanjian pengadaan sebanyak 340 unit Container Flat Top Wagon dari UGL Rail Service Pty Limited, Australia, nan bakal dioperasikan oleh KiwiRail sebagai pengguna akhir di Selandia Baru. Pengiriman dilakukan dalam tiga tahap sepanjang 2026.

Sebagai bagian dari penyelenggaraan perjanjian tersebut, PT INKA telah mengirimkan 200 gerbong dari akomodasi produksinya di Madiun, Jawa Timur, sepanjang Januari hingga Juli 2026. Sekitar 20 unit di antaranya dikirim pada 30-31 Juli 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mendukung penyelenggaraan perjanjian tersebut, LPEI menyalurkan akomodasi Kredit Modal Kerja Ekspor dan Penugasan Khusus Ekspor Alat Transportasi (PKE ATP) senilai USD 8,5 juta. Fasilitas tersebut diberikan untuk mendukung penyelenggaraan perjanjian Manufacture of 340 Container Flat Top Wagon kepada UGL Rail Service Pty Limited.

Dukungan ini menjadi akomodasi kedua nan diberikan LPEI kepada PT INKA. Sebelumnya, pada 2024, LPEI telah menyalurkan akomodasi senilai USD11,9 juta kepada INKA Multi Solusi (IMS), nan terdiri atas pembiayaan sebesar USD7,7 juta dan penjaminan sebesar USD4,2 juta untuk mendukung ekspor gerbong ke Selandia Baru.

Direktur Pelaksana Bisnis I LPEI, Anton Herdianto mengatakan support tersebut merupakan bentuk kehadiran negara melalui Kementerian Keuangan dalam memperkuat industri strategis nasional nan berorientasi ekspor melalui akomodasi Penugasan Khusus Ekspor (PKE) alias National Interest Account (NIA).

"Melalui akomodasi PKE, LPEI menjalankan mandat negara untuk memastikan produk manufaktur unggulan Indonesia, seperti nan dihasilkan PT INKA, terus memperluas penetrasi ke pasar global. Ekspor wagon ke Selandia Baru membuktikan bahwa produk industri nasional bisa memenuhi standar internasional nan ketat. LPEI bakal terus mendukung para eksportir Indonesia melalui pembiayaan, penjaminan, dan asuransi guna mendorong pertumbuhan ekspor serta perekonomian nasional nan berkelanjutan," ujarnya dalam keterangannya, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, akomodasi PKE merupakan bagian dari mandat LPEI untuk memperkuat kapabilitas industri strategis nasional agar bisa bersaing di pasar internasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen sarana perkeretaapian nan memenuhi standar global.

Ekspor Wagon SOW6 tersebut juga memperkuat rekam jejak PT INKA di pasar internasional. Gerbong dirancang unik untuk memenuhi spesifikasi teknis dan standar operasional perkeretaapian di Selandia Baru, nan mencerminkan kapabilitas rekayasa (engineering) serta keahlian manufaktur perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pasar global.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT INKA, Prihanto Herbowo mengapresiasi support pembiayaan dari LPEI nan mendukung keberhasilan proyek ekspor tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada LPEI atas support pembiayaan ekspor nan diberikan sehingga PT INKA dapat menyelesaikan produksi sebanyak 250 unit wagon dari total 340 unit sesuai sasaran pengiriman ke Selandia Baru. Kami berambisi sinergi nan telah terjalin dapat terus diperkuat sehingga LPEI dapat terus mendukung beragam proyek strategis PT INKA di masa mendatang," pungkasnya.

Keberhasilan ekspor Wagon SOW6 tersebut diharapkan memberikan multiplier effect bagi perekonomian nasional melalui peningkatan utilisasi industri komponen dalam negeri, pembuatan lapangan kerja, serta penguatan rantai pasok industri manufaktur nasional.

Sinergi antara LPEI dan PT INKA juga menjadi bentuk kerjasama antara BUMN dan lembaga unik pemerintah dalam memperkuat daya saing industri strategis sekaligus mendorong pertumbuhan ekspor Indonesia.

(prf/ega)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance