Ingatkah kita peristiwa krisis 1998 dan 2008, ketika itu ekonomi semakin kolaps dan kepercayaan masyarakat dan asing semakin anjlok. Secara singkat, krisis 1998 diawali oleh utang luar negeri swasta nan sangat tinggi, anjloknya nilai tukar rupiah akibat terdampak krisis Asia, rapuhnya sistem perbankan, serta hilangnya kepercayaan investor, sementara krisis 2008 diawali oleh ledakan gelembung pasar properti di Amerika Serikat (gelembung housing bubble) nan didorong oleh praktik angsuran perumahan berisiko tinggi nan dikenal sebagai subprime mortgage. Krisis ini mengajarkan kita seberapa pentingnya menjaga sistem finansial sebagai tembok ketika krisis terjadi agar dampaknya tidak terlalu signifikan dan berakibat terhadap akibat nan menular ke lini lain alias nan dikenal dengan istilah akibat sistemik.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·