Ilustrasi, gigi.(Dok. Magnific)
DUNIA kecantikan dan style hidup terus berputar, melahirkan tren unik nan terkadang melampaui pemisah konvensional. Salah satu nan sekarang tengah naik daun dan menjadi perbincangan hangat di media sosial adalah tooth gem alias perhiasan gigi. Tren ini kembali populer, terutama di kalangan Gen Z nan doyan mengeksplorasi estetika retro tahun 90-an dan Y2K.
Tooth gem bukan sekadar aksesori biasa; dia adalah pernyataan style (fashion statement) nan memberikan kilau tambahan pada senyuman seseorang. Namun, di kembali estetikanya nan menarik, ada beberapa perihal nan perlu dipahami mengenai prosedur, keamanan, dan perawatannya.
Apa Itu Tooth Gem?
Tooth gem adalah perhiasan mini berupa kristal, batu mulia, alias logam mulia (seperti emas alias perak) nan ditempelkan pada permukaan gigi. Berbeda dengan tindik (piercing), pemasangan tooth gem tidak melibatkan pengeboran alias pelubangan struktur gigi. Perhiasan ini direkatkan menggunakan bahan perekat unik medis nan serupa dengan lem untuk pemasangan behel (braket gigi).
Mengapa Viral di Kalangan Gen Z?
Popularitas tooth gem didorong oleh beberapa aspek utama nan sangat relevan dengan budaya Gen Z saat ini:
- Estetika Y2K: Kebangkitan tren mode awal tahun 2000-an membawa kembali aksesori nan mencolok dan berkilau.
- Ekspresi Diri: Gen Z dikenal sangat menghargai karakter individu. Tooth gem menawarkan langkah baru untuk menonjolkan identitas diri melalui senyuman.
- Pengaruh Selebritas: Banyak ikon pop dan influencer dunia nan memamerkan kilau gigi mereka di karpet merah maupun konten TikTok, nan kemudian memicu gelombang tren secara masif.
Prosedur Pemasangan nan Aman
Meskipun banyak tersedia paket pemasangan berdikari (DIY kit) di pasaran, para mahir sangat menyarankan agar pemasangan dilakukan oleh profesional. Berikut adalah tahapan umum nan dilakukan:
- Pembersihan: Permukaan gigi dibersihkan secara mendalam untuk memastikan tidak ada plak alias kotoran nan menghalangi perekat.
- Etsa Gigi: Penggunaan bahan kimia ringan untuk menciptakan tekstur mikroskopis pada email gigi agar lem menempel kuat.
- Aplikasi Perekat: Lem unik medis (bonding agent) dioleskan pada gigi.
- Penyinaran: Menggunakan lampu LED alias sinar UV untuk mengeraskan perekat sehingga perhiasan terkunci dengan aman.
Hindari memasang tooth gem sendiri di rumah menggunakan lem instan alias lem kerajinan. Bahan kimia non-medis dapat merusak email gigi secara permanen dan menyebabkan iritasi pada gusi.
Risiko dan Hal nan Perlu Diperhatikan
Sebelum memutuskan untuk mengikuti tren ini, pertimbangkan beberapa akibat kesehatan berikut:
| Akumulasi Plak | Sisa makanan mudah tersangkut di sekitar perhiasan, meningkatkan akibat karies (lubang gigi). |
| Iritasi Mulut | Bagian tepi perhiasan nan tajam dapat menggores bagian dalam bibir alias pipi. |
| Kerusakan Email | Jika dilepas secara paksa tanpa support profesional, lapisan pelindung gigi bisa ikut terkikis. |
Tips Merawat Tooth Gem
Agar gigi tetap sehat dan perhiasan memperkuat lama (biasanya 6 bulan hingga 1 tahun), lakukan langkah-langkah berikut:
- Tetap menyikat gigi secara rutin dua kali sehari, namun lakukan dengan lembut di area sekitar perhiasan.
- Gunakan dental floss untuk membersihkan sela-sela gigi.
- Hindari mengonsumsi makanan nan terlalu keras alias lengket tepat di area gigi nan dipasang aksesori.
- Lakukan pemeriksaan rutin ke master gigi untuk memastikan tidak ada pembusukan di bawah alias di sekitar perhiasan.
Kesimpulan
Tooth gem adalah langkah nan menyenangkan dan artistik untuk mempercantik penampilan, terutama bagi mereka nan mau tampil beda. Namun, kesehatan gigi tetap kudu menjadi prioritas utama. Pastikan untuk melakukan prosedur ini di klinik nan terpercaya dan selalu menjaga kebersihan mulut agar kilau senyuman Anda tidak berujung pada masalah kesehatan di masa depan.
(H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·