Mamit mengatakan, untuk memastikan faedah program dapat diukur secara objektif, setiap peserta mencatat riwayat perjalanan nan kemudian dikonversi menjadi info pengurangan emisi karbon, penghematan konsumsi BBM, dan efisiensi biaya transportasi.
"Pendekatan berbasis info tersebut memungkinkan perusahaan memantau efektivitas program sekaligus mendorong peningkatan partisipasi pegawai secara berkelanjutan," ucap dia.
Menurut Mamit, melalui program ini, PLN EPI membujuk seluruh insan perusahaan untuk mengurangi penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil dengan beranjak ke moda transportasi nan lebih ramah lingkungan, seperti melangkah kaki, bersepeda, menggunakan transportasi umum, maupun kendaraan listrik.
"Selain berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon, program ini juga mendorong efisiensi konsumsi BBM, menciptakan lingkungan kerja nan lebih sehat, serta memperkuat kesadaran kolektif bakal pentingnya style hidup rendah emisi," papar dia.
PLN EPI menegaskan, transisi daya tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan prasarana dan penyediaan daya primer nan andal, tetapi juga melalui perubahan perilaku setiap insan perusahaan.
"Dengan mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam aktivitas sehari-hari, PLN EPI terus memperkuat budaya keberlanjutan sebagai fondasi transformasi perusahaan, sekaligus mendukung tercapainya sistem daya nasional nan lebih bersih, tangguh, dan berkepanjangan menuju Net Zero Emissions Indonesia," jelas Mamit.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·