Sekda Jawa Barat Herman Suryatman berbareng Analis SDM Aparatur Ahli Pertama Pemprov Jawa Barat Muhammad Budi Setyawan merundingkan masalah nan timbul di lapangan.(ISTIMEWA)
SEJAK menjabat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) terus menggaungkan budaya keterbukaan. Sikap itu, sekarang sudah menular hingga ke level staf birokrasi.
Salah satunya adalah mempertanggungjawabkan progres pekerjaan mereka secara langsung kepada publik. Jadi, para aparatur sipil negara tidak lagi hanya bekerja di kembali meja.
Jika sebelumnya dokumentasi lapangan, laporan progres, hingga pertimbangan program identik dilakukan langsung oleh KDM melalui media sosial pribadinya, pola serupa sekarang mulai diterapkan di lingkungan birokrasi Pemprov Jabar. Laporan keahlian ASN Jabar di lapangan, sekarang disertai dengan video nan kemudian diunggah di akun resmi milik pemerintah.
Salah satunya dalam proses penataan area pasca pembongkaran gedung liar dan lapak pedagang kaki lima (PKL), di sepanjang Jalan Radjiman, Kota Bandung, beberapa waktu lalu.
Perkembangan terbaru penataan area itu dilaporkan secara langsung oleh Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Pertama Pemprov Jawa Barat Muhammad Budi Setyawan berupa video.
Tim Sekretaris Pribadi Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Herman Suryatman, itu, diminta langsung atasannya untuk melaporkan perkembangan penataan area Jalan Radjiman.
Sekda Jabar meminta agar setiap pekerjaan dilaporkan secara langsung berupa video, termasuk laporan penataan di area Jalan Radjiman. Bahkan laporan tersebut diunggah sendiri oleh Sekda Jabar, di akun media sosial pribadinya, @hermansuryatman agar publik langsung mengetahui perkembangannya.
"Awalnya kaget. Tapi akhirnya termotivasi, lantaran Pak Sekda mau kami semua, ASN di lingkungan Pemprov Jabar memberikan laporan langsung secara real time," ungkap Budi, Minggu (2/8).
KOLABORASI
Menurut dia, penataan ini merupakan aktivitas kolaboratif antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat berbareng Pemerintah Kota Bandung. Saat ini, penataan memasuki fase pertama nan berfokus pada pembenahan prasarana dasar kawasan.
Pekerjaan meliputi penertiban kabel udara nan semrawut, pembukaan saluran drainase nan selama bertahun-tahun tertutup gedung liar, pengerukan sedimentasi, perbaikan tembok saluran air, revitalisasi paving block, hingga penataan ruang milik jalan (rumija) dan trotoar.
Pemprov Jabar, kata Budi, menargetkan area tersebut tidak hanya bersih dari gedung liar, tetapi juga mempunyai wajah baru nan lebih tertata dan ramah bagi masyarakat.
"Tahapan berikutnya bakal dilanjutkan dengan pengecatan trotoar menggunakan konsep warna nan bakal ditetapkan kemudian agar menghadirkan wajah area nan lebih aman, sehat, resik dan bagus (ASRI)," tandasnya.
Gerakan penataan area tidak berakhir pada intervensi pemerintah. Lingkungan sekitar juga mulai terlibat aktif dalam proses pembenahan ruang publik.
"SMA Kristen Bandung nan ada di area Jalan Radjiman juga menyatakan kesiapan untuk turut mempercantik area depan sekolah melalui pemasangan paving block tambahan dan pengecatan nan diselaraskan dengan konsep penataan area nan sedang dijalankan pemerintah," ungkapnya.
Sekda Jabar, lanjut Budi juga berpesan, jika ASN tidak lagi hanya dituntut menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga membuka ruang pengawasan publik melalui dokumentasi, agar laporan dapat diakses masyarakat. Ini merupakan corak transparansi nan menjadi budaya di birokrasi Jawa Barat.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·