PT Transjakarta melakukan investigasi internal dan menyerahkan penanganan kecelakaan bus di Cikoko.(Dok. Antara)
PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) bergerak sigap melakukan investigasi internal menyusul kejadian kecelakaan tunggal bus operator MYS dengan nomor bodi 19216 di area Cikoko arah Pluit, Jakarta Selatan, Senin (22/6) pagi. Langkah ini diambil guna memastikan standar keamanan operasional tetap terjaga meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kepala Departemen Humas dan CSR TransJakarta, Ayu Wardhani, menegaskan bahwa saat kejadian bus sedang tidak mengangkut penumpang. Armada tersebut diketahui tengah dalam perjalanan menuju titik awal pelayanan sebelum akhirnya menabrak separator beton di jalur tersebut.
“Kami pastikan tidak ada pengguna di dalam bus saat kejadian terjadi. Mengenai penyebab insiden, saat ini tetap dalam proses investigasi internal dan penanganan pihak berwajib,” ujar Ayu dilansir dari Antara, Minggu (22/6).
Terkait penyebab pasti kecelakaan bus bernomor registrasi B-7190-TGD tersebut, manajemen TransJakarta memilih untuk menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada abdi negara kepolisian. Secara paralel, pemeriksaan mendalam terhadap prosedur internal dan kondisi teknis armada juga dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Dampak kecelakaan nan sempat memicu kepadatan arus lampau lintas di sekitar letak sukses diatasi melalui penanganan cepat. Proses pemindahan armada dilaporkan tuntas pada pukul 08.20 WIB, sehingga operasional di jalur terdampak dapat segera dipulihkan.
“Layanan di Halte Cikoko serta Halte Tebet Eco Park sudah kembali beraksi normal melayani pelanggan,” tambah Ayu.
Hingga saat ini, TransJakarta terus berkoordinasi dengan pihak berkuasa untuk mengumpulkan info lapangan mengenai aspek penyebab kecelakaan, baik dari sisi teknis kendaraan maupun kondisi pengemudi saat bertugas. (Ant/Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·