Transformasi Kesehatan Indonesia Buka Peluang Investasi Jangka Panjang

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Transformasi Kesehatan Indonesia Buka Peluang Investasi Jangka Panjang Prof. Dr. Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, menyampaikan keynote address pada Novo Holdings Indonesia Partnering Day 2026.(Dok. Novo Holdings)

TRANSFORMASI jasa kesehatan Indonesia memasuki fase krusial seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap jasa berbobot dan semakin pesatnya mengambil solusi kesehatan digital. Dengan jumlah masyarakat sekitar 287 juta jiwa, Indonesia menjadi pasar jasa kesehatan terbesar di Asia Tenggara dan dinilai mempunyai kesempatan besar untuk pengembangan model jasa kesehatan nan lebih terintegrasi.

Perubahan tersebut tidak hanya mendorong pelaku industri mengembangkan teknologi dan model jasa baru, tetapi juga menarik perhatian penanammodal nan mempunyai perspektif jangka panjang. Layanan kesehatan digital, teknologi medis, diagnostik, jasa farmasi, hingga bioindustri menjadi sejumlah area nan berkembang dalam ekosistem pengetahuan hayati dan kesehatan di Asia.

Salah satu penanammodal nan menempatkan Indonesia sebagai pasar krusial di area adalah Novo Holdings. Perusahaan induk sekaligus perusahaan investasi nan mengelola aset dan kekayaan Novo Nordisk Foundation tersebut memandang skala pasar Indonesia, meningkatnya permintaan terhadap jasa kesehatan berkualitas, serta pesatnya mengambil solusi kesehatan digital sebagai kesempatan untuk mendorong perubahan di sektor kesehatan.

Pandangan tersebut menjadi salah satu konsentrasi dalam Indonesia Partnering Day 2026 bertema Advancing Healthcare Delivery and Innovation di Jakarta, Rabu 29 Juli 2026. Forum ini menghadirkan beragam perspektif dari ekosistem kesehatan untuk memahami prioritas lokal secara lebih mendalam serta mengeksplorasi gimana investasi jangka panjang, inovasi, dan kemitraan dapat mendukung pengembangan jasa kesehatan di Indonesia secara berkelanjutan.

"Indonesia merupakan salah satu pasar jasa kesehatan terpenting di Asia Tenggara. Besarnya skala pasar, meningkatnya permintaan terhadap jasa kesehatan berkualitas, serta pesatnya mengambil solusi kesehatan digital menciptakan kesempatan nyata bagi penanammodal jangka panjang dan perusahaan di sektor kesehatan untuk menjadi bagian dari perubahan nan berarti," kata Managing Partner & Head of Asia Novo Holdings Dr Amit Kakar.

Menurut Amit, Indonesia Partnering Day 2026 menjadi ruang untuk mempertemukan beragam perspektif dari ekosistem kesehatan dan memahami prioritas lokal, sekaligus mengeksplorasi kesempatan kerjasama dalam pengembangan jasa kesehatan.

"Melalui Indonesia Partnering Day 2026, kami menghadirkan beragam perspektif dari seluruh ekosistem kesehatan untuk memahami prioritas lokal secara lebih mendalam serta mengeksplorasi gimana investasi jangka panjang, inovasi, dan kemitraan dapat mendukung pengembangan jasa kesehatan di Indonesia secara berkelanjutan," ujarnya.

Secara global, Novo Holdings mempunyai skala investasi nan cukup besar. Total aset kelolaannya mencapai US$109 miliar pada akhir 2025, setara dengan DKK694 miliar alias EUR93 miliar. Pada 2025, sekitar US$2 miliar diinvestasikan pada sektor pengetahuan hayati. 

Novo Holdings juga mempunyai 171 perusahaan dalam portofolio investasi, termasuk 147 perusahaan di sektor pengetahuan hayati.

Novo Holdings didirikan pada 1999 untuk mengelola aset dan kekayaan Novo Nordisk Foundation. Mandat perusahaan adalah menghasilkan imbal hasil jangka panjang nan menarik bagi Novo Nordisk Foundation, sekaligus berinvestasi pada perusahaan nan berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan manusia serta keberlanjutan masyarakat dan planet.

Dalam menjalankan mandat tersebut, Novo Holdings menggabungkan skill di bagian pengetahuan hayati dengan perspektif kepemilikan jangka panjang. Investasi dilakukan melalui sejumlah tim, ialah Seed Investments, Venture Investments, Asia Investments, Principal Investments, dan Planetary Health Investments, nan mencakup beragam tahap perkembangan perusahaan dan subsektor pengetahuan hayati serta jasa kesehatan.

Selain itu, Novo Holdings mengelola portofolio Capital Investments nan terdiversifikasi, meliputi saham perusahaan publik dan privat, instrumen pendapatan tetap, aset riil, serta infrastruktur. Prinsip investasi bertanggung jawab diterapkan dalam seluruh strategi dan pendekatan kepemilikan dengan konsentrasi pada pembuatan nilai jangka panjang serta akibat positif bagi kesehatan manusia dan planet.

Secara global, Novo Holdings beraksi melalui tujuh instansi dengan 235 tenaga kerja hingga akhir 2025. Kantor pusatnya berada di Copenhagen, Denmark, dengan jaringan internasional nan mencakup Boston, San Francisco, London, Singapura, Shanghai, dan Mumbai.

Di Asia, Novo Holdings membangun tim unik untuk berinvestasi di pasar pengetahuan hayati dan jasa kesehatan nan besar dan terus berkembang. Tim Asia beraksi dari Singapura, Shanghai, dan Mumbai, dengan 24 personil nan bekerja penuh waktu untuk mendukung 17 perusahaan portofolio di kawasan.

Pembukaan instansi Mumbai pada 2024 mencerminkan semakin besarnya konsentrasi Novo Holdings terhadap India, di samping kehadirannya nan telah mapan di Asia Tenggara dan China. Tim Asia berinvestasi pada perusahaan dalam beragam tahap perkembangan melalui beragam struktur, termasuk ekuitas publik, investasi minoritas, investasi bersama, dan akuisisi. Komitmen investasi umumnya berkisar antara US$30 juta hingga US$100 juta untuk setiap investasi.

Fokus portofolio Asia mencakup penyedia jasa kesehatan, teknologi medis, perangkat dan diagnostik pengetahuan hayati, jasa farmasi, teknologi info kesehatan, serta bioindustri. Secara geografis, tim regional Novo Holdings berfokus pada India, China, dan Asia Tenggara.

Dalam menentukan perusahaan nan menjadi sasaran investasi, Novo Holdings mempertimbangkan teknologi serta model upaya inovatif, potensi pertumbuhan jangka panjang nan berkelanjutan, kepemimpinan pasar saat ini maupun di masa mendatang, serta kekuatan tim manajemen.
Indonesia sendiri telah menjadi bagian dari jejak investasi Novo Holdings sejak 2021 melalui Halodoc, platform kesehatan digital asal Indonesia nan menyediakan telekonsultasi, pengantaran obat, pemeriksaan laboratorium, serta beragam solusi jasa kesehatan lainnya nan didukung teknologi.

Investasi tersebut turut mendukung ekspansi akses terhadap jasa kesehatan melalui kanal digital serta pengembangan model jasa nan lebih terintegrasi dan nyaman bagi masyarakat Indonesia. Pada 2025, Halodoc berkolaborasi dengan Novo Nordisk Indonesia untuk meluncurkan Halofit, klinik obesitas digital pertama di Indonesia. Kemitraan tersebut mencerminkan ambisi nan lebih luas untuk mendukung pengembangan jasa kesehatan di Indonesia melalui pendekatan berbasis kemitraan.

Portofolio Novo Holdings di Asia juga mencakup perusahaan jasa kesehatan omnichannel berbasis teknologi nan berkantor pusat di Singapura. Perusahaan tersebut menyediakan jasa telekonsultasi, perawatan di rumah, serta pengelolaan penyakit kronis di Asia Tenggara dan telah menjadi bagian dari portofolio Novo Holdings sejak 2021.

Kehadiran perusahaan tersebut turut memperluas akses terhadap jasa kesehatan nan mudah diakses dan didukung teknologi, termasuk jasa pengelolaan penyakit kronis di kawasan. Pada 2025, perusahaan itu juga menjalin kemitraan dengan Novo Nordisk Filipina untuk mendukung jasa penanganan obesitas.

Area lain nan berkembang adalah penerapan kepintaran artifisial dalam diagnostik. Novo Holdings menjadi penanammodal sejak 2022 pada perusahaan teknologi kesehatan nan mengembangkan solusi diagnostik berbasis AI untuk pencitraan medis, termasuk sinar-X, CT scan, dan ultrasonografi.
Solusi tersebut mendukung proses pengambilan keputusan diagnostik nan lebih sigap dan dapat diterapkan secara lebih luas, khususnya di wilayah nan menghadapi keterbatasan akses terhadap tenaga medis spesialis.

Investasi lainnya berada di bagian genomik dan diagnostik presisi. Novo Holdings menjadi penanammodal sejak 2022 pada perusahaan riset dan diagnostik berbasis genomik nan menyediakan jasa di bagian kesehatan reproduksi, penyakit langka, onkologi, serta beragam bagian pengobatan presisi lainnya.

Perusahaan tersebut mendorong pemanfaatan genomik dan diagnostik presisi untuk mendukung penemuan nan lebih dini, pengambilan keputusan klinis nan lebih tepat, serta pendekatan perawatan nan lebih personal.
Rangkaian investasi tersebut menunjukkan bahwa transformasi jasa kesehatan di Asia berjalan pada beragam lapisan. Perubahan tidak hanya terjadi melalui digitalisasi akses layanan, tetapi juga melalui pengembangan jasa omnichannel, perawatan di rumah, pengelolaan penyakit kronis, teknologi diagnostik berbasis AI, hingga pemanfaatan genomik untuk mendukung pengobatan presisi.

Bagi Indonesia, perkembangan tersebut berjalan berbarengan dengan meningkatnya permintaan terhadap jasa kesehatan berbobot dan semakin luasnya mengambil solusi digital. Dengan skala pasar nan besar, pengembangan ekosistem kesehatan menjadi tidak hanya persoalan menambah kapabilitas layanan, tetapi juga gimana teknologi, model bisnis, investasi, dan kemitraan dapat terhubung dengan kebutuhan masyarakat.

Pendekatan tersebut sejalan dengan mandat Novo Holdings untuk menciptakan imbal hasil jangka panjang sekaligus berinvestasi pada perusahaan nan berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan manusia dan keberlanjutan masyarakat serta lingkungan.

Novo Holdings merupakan pemegang saham pengendali Novo Nordisk dan Novonesis serta berinvestasi pada perusahaan pengetahuan hayati di beragam tahap perkembangan. Perusahaan juga mengelola portofolio investasi terdiversifikasi nan mencakup ekuitas, obligasi, properti, infrastruktur, dan ekuitas privat.

Dengan total aset kelolaan US$109 miliar pada akhir 2025 serta jaringan instansi di Copenhagen, London, Boston, San Francisco, Singapura, Shanghai, dan Mumbai, Novo Holdings menempatkan investasi di sektor pengetahuan hayati dan kesehatan sebagai bagian dari strategi jangka panjangnya.

Bagi ekosistem kesehatan Indonesia, masuknya perspektif investasi jangka panjang tersebut memperlihatkan bahwa kesempatan pertumbuhan sektor kesehatan tidak hanya terletak pada besarnya pasar, tetapi juga pada keahlian mengembangkan penemuan dan model jasa nan dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. (E-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia