Transformasi Bisnis Bank, Perkuat Kredit dan Tingkatkan Layanan Digital

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Feby Novalius , Jurnalis-Sabtu, 14 Maret 2026 |14:23 WIB

Transformasi Bisnis Bank, Perkuat Kredit dan Tingkatkan Layanan Digital

Transformasi merupakan bagian dari penerapan visi baru BTN untuk periode 2025–2029. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melakukan transformasi upaya dengan memperkuat jasa digital kepada nasabah. Salah satunya dengan melakukan ekspansi secara efisien melalui pembaruan operasional kredit, modernisasi instansi cabang, serta pengembangan jasa digital.

Direktur Operations BTN I Nyoman Sugiri Yasa mengatakan, transformasi tersebut merupakan bagian dari penerapan visi baru BTN untuk periode 2025–2029. Visi tersebut dijalankan melalui sejumlah strategi dalam corporate plan. Di antaranya memperkuat mesin pendanaan berkepanjangan (sustainable funding), meningkatkan proposisi produk dan cross selling, serta menghadirkan jasa perbankan komplit (full banking services) dengan pengalaman pengguna nan lebih baik.

"Kami bakal mengubah image itu bahwa bank BTN bisa memberikan jasa full banking services. Artinya jika finansial family itu, ada pembiayaan, investasi, transaksi, dan segala macam kebutuhan perbankan lainnya. Apalagi di era digital sekarang ini," kata Nyoman, Sabtu (14/3/2026).

  1.   Penguatan Funding

Nyoman menjelaskan, krusial untuk memperkuat engine sustainable funding agar upaya dapat melangkah secara berkelanjutan. Mengingat, pendanaan merupakan bahan bakar utama bagi perbankan untuk menjalankan aktivitas pembiayaan. Tanpa support pendanaan nan kuat, bank tidak bakal bisa menyalurkan pembiayaan secara optimal kepada masyarakat.

"Karena itu, penguatan funding menjadi salah satu konsentrasi utama nan terus diperbaiki. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kesiapan sumber pendanaan nan stabil dan berkelanjutan. Sehingga BTN dapat terus menjalankan kegunaan intermediasi dan memperluas penyaluran pembiayaan," ujarnya.

BTN juga terus berupaya menghadirkan holistic banking proposition. Artinya, bank berupaya memperkuat proposisi produk sekaligus meningkatkan strategi cross selling. Dalam perihal ini, BTN tidak hanya berfokus pada pembiayaan perumahan alias KPR, tetapi mulai bergerak menuju jasa beyond mortgage.

Dengan pendekatan tersebut, BTN mau menawarkan jasa perbankan nan lebih komplit kepada nasabah. Seperti payroll, kartu kredit, investasi, Kredit Ringan (KRING) BTN untuk pembaharuan rumah, angsuran multiguna, pembiayaan kendaraan mobil maupun motor, hingga angsuran modal kerja.

"Ketika pengguna membeli rumah melalui KPR, mereka juga berpotensi memerlukan produk finansial lainnya. Melalui strategi ini, BTN dapat menyediakan beragam solusi finansial nan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia," ungkap Nyoman.

  2.   Perkuat Layanan Digital

Salah satu langkah nan dilakukan adalah revamp alias pembaruan proses pengelolaan angsuran (loan processing) agar lebih efisien, cepat, dan terstandar. Pembaruan operasional angsuran dilakukan melalui sistem loan factory. Sistem ini memusatkan proses pengajuan dan pengolahan angsuran konsumer, termasuk angsuran pemilikan rumah (KPR).

Sebelumnya, proses operasional angsuran BTN dilakukan melalui enam Regional Loan Processing Center (RLPC) nan tersebar di beragam wilayah, ialah di Cawang, Bekasi, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri buletin finance lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com