Transaksi Kripto RI Tembus Rp 28,58 T

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan nilai transaksi aset mata uang digital menjadi Rp 28,58 triliun hingga bulan Juni 2026. Angka ini meningkat 24,20% dibandingkan bulan sebelumnya nan tercatat Rp 23,01 triliun.

Jumlah akun konsumen pedagang aset finansial digital juga meningkat 1,32% mtm menjadi 22,69 juta akun pada Juni 2026. Pertumbuhan ini dianggap mencerminkan kematangan ekosistem pasar mata uang digital di Indonesia.

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, menilai pertumbuhan ekosistem pasar mata uang digital mencerminkan minat masyarakat terhadap aset digital. Hal ini sejalan upaya otoritas memperkuat izin sebagai fondasi pertumbuhan industri dalam jangka panjang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertumbuhan transaksi dan jumlah konsumen menunjukkan bahwa minat terhadap aset digital di Indonesia terus meningkat. Di saat nan sama, izin dan pengawasan nan semakin kuat dapat memberikan kepastian bagi pelaku industri dan investor, sekaligus membangun fondasi nan lebih sehat bagi pertumbuhan pasar," ujar Ryan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/8/2026).

Ryan menilai, kegunaan pengawasan OJK memberi kepastian bagi pelaku industri sekaligus memperkuat aspek perlindungan konsumen. Dari sisi global, sentimen pasar aset mata uang digital turut dipengaruhi oleh penerapan penuh izin Markets in Crypto-Assets (MiCA) di Eropa sejak 1 Juli 2026.

Pelaku pasar juga tetap menanti izin aset digital di Amerika Serikat (AS), khususnya Digital Asset Market Clarity Act (CLARITY Act) nan diharapkan dapat memberikan kepastian norma bagi industri tersebut. Sementara di Indonesia, penguatan izin terus bersambung melalui revisi UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK).

"Pada semester kedua 2026, pasar aset mata uang digital tetap bakal menghadapi dinamika dari kondisi makroekonomi dan geopolitik global. Karena itu, penanammodal perlu mencermati perkembangan pasar secara lebih menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada pergerakan nilai dalam jangka pendek," ujar Ryan.

Indonesia sekarang semakin beragam. Hal ini terlihat dari tingginya aktivitas perdagangan pada kategori AI Stocks, dengan NVDAX, SPCXX, dan TSLAX mencatat volume perdagangan tertinggi. Sementara di kategori meme token, TUT, KOMA, dan BABYSHARK menjadi aset nan paling banyak diperdagangkan.

"Pertumbuhan industri bukan hanya mengenai peningkatan transaksi, tetapi juga gimana ekosistem dapat menyediakan akses nan semakin beragam dengan tetap mengedepankan kepatuhan, transparansi, dan edukasi investor," tutupnya.

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance