Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi memandang kondisi TPA Burangkeng.(MI/ANTON KUSTEDJA)
KOMISI III DPRD Kabupaten Bekasi melakukan kunjungan lapangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng di Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Kunjungan pada Selasa (2/6) itu dilakukan untuk meninjau perkembangan pengelolaan lingkungan, termasuk pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) alias pengolahan air lindi di TPA Burangkeng.
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Saepul Islam, mengatakan, kunjungan itu untuk memastikan beragam program dan akomodasi nan telah dibangun dapat berfaedah secara optimal serta mendukung pengelolaan sampah nan berkelanjutan.
Menurutnya, salah satu perhatian utama pihaknya adalah belum beroperasinya IPAL secara penuh. Hal itu tetap memerlukan penyelarasan mengenai hasil pengetesan baku mutu nan dilakukan oleh sejumlah pihak terkait.
“Kalau mengenai IPAL, kami berambisi koordinasi antar-perangkat wilayah dapat terus ditingkatkan. Saat ini IPAL memang belum berfaedah lantaran tetap ada proses pencocokan dan penyelarasan mengenai baku mutu,” ujar Saepul, Kamis (4/6).
Ia menjelaskan, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi telah melakukan uji laboratorium melalui lembaga independen, sedangkan Dinas Lingkungan Hidup juga melakukan pengetesan sesuai kewenangannya.
Dari hasil pengetesan tetap terdapat satu parameter nan memerlukan pembahasan lebih lanjut.
“Masih ada satu item nan perlu ditemukan titik temunya, sehingga sampai saat ini proses pengetesan dan pertimbangan terus dilakukan. Solusinya tentu melalui peningkatan koordinasi dan komunikasi antar-dinas agar dapat menghasilkan kesepahaman bersama,” lanjut Saepul.
Selain menyoroti aspek koordinasi, Komisi III juga melakukan pertimbangan terhadap aspek teknis pembangunan IPAL. Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, Saepul menilai perlu dilakukan kajian lebih mendalam mengenai kreasi dan konsep instalasi nan dibangun.
“Dari pengamatan awal, sistem nan dibangun mempunyai karakter nan cukup mirip dengan IPAL industri. Karena itu, kami berencana mengundang tim konsultan perencana untuk berbincang dan mendapatkan penjelasan lebih rinci mengenai dasar pertimbangan teknis nan digunakan dalam penyusunan kreasi tersebut,” ujarnya.
Klarifikasi dan evaluasi
Pihaknya juga mencatat adanya beberapa bagian prasarana nan memerlukan perhatian dan pertimbangan lebih lanjut setelah dilakukan simulasi pengoperasian di lokasi.
Temuan itu bakal menjadi bahan penjelasan kepada pihak pelaksana proyek guna memastikan kualitas pembangunan sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi nan telah ditetapkan.
“Kami mau memastikan seluruh prasarana nan dibangun dapat berfaedah optimal dan memberikan faedah bagi pengelolaan lingkungan di Kabupaten Bekasi. Karena itu, beberapa perihal nan kami temukan di lapangan bakal kami tindak lanjuti melalui proses penjelasan dan pertimbangan berbareng pihak terkait," tandasnya.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·