Mulana Kartina Nainggolan (31) seorang ibu mengandung ditendang preman di Jalan Baru, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, pada Rabu (3/6). Pelaku adalah Julpikar, Mulana ditendang bagian perutnya. Mulana mengandung anak pertamanya setelah di tahun lampau pernah keguguran.
Mulana mengaku, setelah dilakukan pemeriksaan USG (Ultrasonografi) di Rumah Sakit dr. Pirngadi Medan bahwa kondisi bayi di dalam kandungannya sehat. Bayi dalam kandungannya itu berumur tujuh minggu.
Ia sangat berterima kasih atas hasil USG tersebut walaupun perutnya ditendang oleh preman itu.
"Puji Tuhan juga tadi hasil USG-nya kandungan saya itu puji Tuhan sehat," kata Mulana saat ditemui di Polrestabes Medan, Kamis (4/6).
Mulana mengatakan, dirinya tetap trauma bakal kejadian nan menimpanya.
"Sekarang ini saya tidak bisa lagi nangis. Cuma sudah dipikiran saya ini sudah capek sekali. Dua hari ini kurang istirahat," ujar Mulana.
Mulana juga menceritakan kondisi suaminya nan dipukul oleh kedua pelaku.
Saat itu, Mulana pulang kerja dan dijemput suaminya berjulukan Manongap Purba (34). Kemudian, Mulana dan suaminya mau melintasi jalan terowongan di bawah rel kereta api.
Saat itu sedang terjadi tawuran di atas terowongan rel kereta api. Suaminya akhirnya berakhir lantaran takut kena tawuran itu.
Pelaku nan memandang itu merasa jengkel lantaran korban berakhir di depan terowongan rel sehingga membikin macet kendaraan nan melintas.
Saat itu Mulana pengeluarkan Hp. Pelaku nan memandang itu takut direkam dan diviralkan. Akhirnya pelaku menendang perut Mulana.
Soal ini, Mulana membantah.
"Tapi saya jelaskan di sini kami tidak ada memegang handphone untuk merekam kejadian tawuran tersebut. Setelah itu, kami menyingkir ke pinggir jalan. Itu tidak ada kemacetan sama sekali. Jadi si pelaku ini nan menganiaya kami dalam kekerasan. Kami disuruh paksa untuk melintasi jalan nan tawuran tersebut nan lempar-lemparan batu itu," ujar Mulana.
"Setelah itu dia enggak terima, mungkin suami saya menyenggak dia. Jadi dia menghampiri kami. Tidak lama kemudian langsung dihantam suamiku. Dan kebetulan suamiku itu memang pakai helm. Jadi saya tidak terima, saya nangis kan. Jadi lantaran memang suamiku sudah dibaku hantam, saya kesempatan untuk memvideokan kejadian suami saya. Ibarat kata biar saya bisa melapor ke instansi polisi terdekat. Setelah itu tidak jadi saya merekam lantaran HP saya terlempar, kayak seumpama dijatuhkan lagi itu," sambung Mulana.
Namun tindakan penganiayaan ini direkam oleh penduduk lain dan viral di media sosial. Para pelaku juga sudah diamankan oleh polisi.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·