Topi Merah Ungkap Kejanggalan Ijazah Jokowi yang Diteliti Rismon Sianipar, Diduga Hasil Editing

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Topi Merah Ungkap Kejanggalan Ijazah Jokowi nan Diteliti Rismon Sianipar, Diduga Hasil Editing

Topi Merah Ungkap Kejanggalan Ijazah Jokowi nan Diteliti Rismon Sianipar, Diduga Hasil Editing (tangkapan layar iNews)

JAKARTA - Kreator konten Topi Merah menduga hasil kajian Rismon Sianipar mengenai ijazah Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) merupakan hasil rekayasa alias editing. Dugaan tersebut disampaikan berasas hasil uji ulang nan dia lakukan terhadap metode pengolahan gambaran nan dipaparkan eks tersangka tudingan piagam Jokowi itu.

1. Diduga Hasil Editing

Topi Merah mengaku mencoba merekonstruksi langkah-langkah kajian menggunakan sumber gambar nan dia unduh langsung dari platform X, tapi tidak menemukan hasil serupa.

Topi Merah pun menyampaikan keraguannya terhadap temuan nan menampilkan watermark dan embos pada gambaran ijazah.

"Jadi saya sebagai orang nan dari dulu juga mengikuti kasus ini ya, agak janggal dengan presentasi ini (presentasi Rismon)," ujarnya, dalam aktivitas Rakyat Bersuara berjudul “Rismon: Ijazah Jokowi Asli, Roy CS: Rekayasa” nan disiarkan iNews, Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan, secara teknis dalam pengolahan gambaran digital, info nan sudah rusak, terutama pada bagian tepi, tidak mungkin dapat dimunculkan kembali secara utuh.

"Karena dalam suatu gambaran itu ketika objek tepi alias edge dari sebuah gambaran itu sudah rusak, itu nyaris mustahil untuk dimunculkan kembali," tuturnya.

Topi Merah mengaku telah menguji ulang metode nan digunakan Rismon dengan menggunakan sumber gambar nan dia unduh langsung dari platform X milik Dian Sandi. Namun, hasilnya berbeda dengan nan dipresentasikan.

Ia juga menegaskan, proses nan dia lakukan mengikuti langkah nan sama seperti nan dipaparkan Rismon. Namun, hasil pengolahan gambaran nan dia lakukan tidak menunjukkan kemunculan watermark maupun embos secara jelas seperti nan diklaim.

"Ketika saya mencoba rupanya hasilnya malah jadi seperti ini. Watermark-nya tetap rusak, emboss-nya apalagi, tidak kelihatan," ucapnya.

Dari situ, dia menyimpulkan kemungkinan adanya perbedaan sumber info nan digunakan.

"Saya mendapatkan konklusi bahwa source-nya adalah beda, bukan dari Dian Sandi nan Pak Rismon," katanya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com