Mengenal Halo-Pelvic Traction untuk Menangani Skoliosis Berat dan Kaku

Sedang Trending 49 menit yang lalu
Mengenal Halo-Pelvic Traction untuk Menangani Skoliosis Berat dan Kaku Ilustrasi(magnifik)

KELAINAN corak tulang belakang seperti skoliosis dapat mempunyai tingkat keparahan nan berbeda. Pada kondisi nan sudah berat dan kaku, penanganannya tidak selalu cukup dengan fisioterapi alias penggunaan penyangga.

Dokter dapat mempertimbangkan tindakan unik sebagai bagian dari persiapan sebelum operasi, salah satunya halo-pelvic traction (HPT).

Skoliosis sendiri Merupakan kelainan pada tulang belakang nan membikin punggung melengkung ke samping dan dapat membentuk pola seperti huruf C alias S.

Menurut Alodokter, kondisi ini dapat terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa. Pada kasus nan berat, kelengkungan tulang belakang dapat menimbulkan nyeri berkepanjangan hingga mengganggu kegunaan paru-paru. 

Halo-pelvic traction merupakan salah satu metode traksi nan digunakan pada kasus deformitas tulang belakang berat. Secara umum, prinsip traksi adalah memberikan tarikan secara berjenjang untuk membantu meningkatkan elastisitas dan mengurangi tingkat kelengkungan sebelum pasien menjalani operasi koreksi.

Metode ini berbeda dengan upaya “meluruskan tulang belakang” secara instan lantaran prosesnya dilakukan secara berjenjang dan memerlukan pemantauan medis.

Sebuah penelitian nan membandingkan halo-gravity traction (HGT) dan halo-pelvic traction (HPT) pada pasien dengan deformitas tulang belakang berat dan kaku menemukan bahwa keduanya dapat digunakan sebagai bagian dari penanganan sebelum operasi.

Dalam penelitian tersebut, golongan HPT menunjukkan koreksi perspektif tulang belakang dan peningkatan kegunaan paru nan lebih baik dibandingkan golongan HGT. Namun, penelitian tersebut hanya melibatkan 20 pasien sehingga diperlukan penelitian dengan jumlah pasien lebih besar untuk memastikan hasilnya. 

Penggunaan traksi sebelum operasi juga mempunyai tujuan untuk membikin koreksi tulang belakang menjadi lebih bertahap. Tinjauan ilmiah mengenai HGT menunjukkan bahwa metode traksi sebelum operasi dapat membantu mengurangi deformitas pada bagian koronal dan sagital serta meningkatkan kegunaan paru pada sebagian pasien dengan kelainan tulang belakang berat. 

Meski demikian, metode traksi bukan prosedur nan dapat dilakukan sembarangan. Kondisi setiap pasien berbeda sehingga master perlu mempertimbangkan tingkat kelengkungan, elastisitas tulang belakang, usia, kondisi kesehatan, serta akibat nan mungkin muncul selama proses traksi.

Penelitian mengenai halo-pelvic traction juga menunjukkan bahwa metode ini tetap mempunyai potensi komplikasi. Salah satu penelitian secara unik menyoroti kemungkinan terjadinya ketidakstabilan pada sendi antara tulang atlas dan axis selama penggunaan halo-pelvic traction. Karena itu, pasien nan menjalani metode ini memerlukan pemantauan dan pertimbangan medis secara berkala.

Halo-pelvic traction bukan metode instan untuk meluruskan tulang belakang, melainkan salah satu pendekatan medis nan dapat digunakan pada kasus deformitas tulang belakang berat sebagai bagian dari persiapan menuju tindakan koreksi.

Keputusan penggunaannya kudu berasas pemeriksaan dan rekomendasi master ahli tulang belakang.

Sumber: Alodokter

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia